Puncak Musim Hujan Datang Lebih Cepat, BMKG Sarankan Musim Tanam Lebih Awal

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Kamis, 1 September 2022 | 13:16 WIB
Ilustrasi. (f: Pikiran-Rakyat.com)
Ilustrasi. (f: Pikiran-Rakyat.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Dwikorita Karnawati menjelaskan, musim penghujan pada tahun 2022-2023 akan dengan sifat hujan yang mirip atau sama kondisi musim hujan biasanya.

"Prakiraan tersebut umumnya pada bulan Desember 2022 hingga Bulan Januari 2023," ujar Dwikorita dalam konferensi pers via Daring. Dijelaskan, Dwikorita sebanyak 295 zona musim (ZOM) atau 42,2 persen pada wilayah yang mengalami puncak musim penghujan dibulan Desember-Januari.

Dwikorita menjelaskan, apabila dibandingkan rata-rata klimatologi, akumulasi curah hujan pada 1991-2020, maka secara umum kondisi musim hujan pada 2022-2023 diperkirakan normal. Kondisinya sama dengan rata-rata klimatologisnya pada 478 ZOM atau sebagian besar zona musim atau sebesar 68,38 persen.

Lalu sejumlah 185 ZOM atau 26,47 persen mengalami kondisi hujan diatas normal, yaitu musim hujan lebih basah, atau curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata klimatologisnya.

“Jadi ini mohon perhatian untuk wilayah 185 ZOM tersebut dalam peta terlihat, atau 26,47 persen zona musim akan mengalami musim hujan yang lebih basah dari 36 ZOM atau 5,15 persen akan mengalami kondisi hujan di bawah normal, atau musim hujan lebih kering atau lebih rendah dari rerata klimatologisnya,” ujarnya, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Untuk menghadapi musim penghujan 2022-2023, BMKG mengimbau kepada seluruh mitra lembaga/ kementerian, pemerintah daerah, berbagai pihak, serta masyarakat untuk tetap mewaspadai wilayah-wilayah yang memasuki musim hujan lebih awal dari normalnya.

Kepala BMKG tersebut mengungkapkan wilayah yang musim penghujannya maju dibanding normalnya sebanyak 46,5 persen dari total 699 ZOM.

Wilayah tersebut yakni: Papua bagian barat dan selatan, Maluku bagian barat, Maluku utara bagian selatan, sebagian pulau Sulawesi, sebagian Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagian Bali, sebagian Kalimantan Timur, Sebagian Pulau Jawa, Pulau Sumatera bagian selatan.

Dengan kondisi musim penghujan yang datang lebih awal ini, Dwikorita menganjurkan agar dimanfaatkan untuk sektor pertanian untuk mengawali aktivitas musim tanam yang lebih awal.

Dwikorita merekomendasikan juga untuk perlunya adanya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini tadi yang mengalami musim hujan lebih basah, yakni sebesar 185 ZOM atau 26,5 persen wilayah.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X