JAKARTA, RIAUSATU.COM - Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini mengatakan, untuk mempercepat penyaluran BLT (bantuan langsung tunai) sebagai imbas rencana kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) subsidi jenis pertalite dan solar,
Berbeda dengan sebelumnya, di mana BLT diterima penerima di Kantor Pos di daerah masing-masing; BLT kali ini akan disalurkan secara door to door (dari pintu ke pintu). "PT Pos kewajibannya melaporkan kepada saya, foto rumah sama foto dia (penerima) di rumah itu, jadi dokumen lengkap," kata Menteri Risma.
Data itu, menurut Mensos Risma, bukan by address dan by name saja, tapi ada foto rumah dan kondisi rumahnya. "Misal ada komplain, karena misalnya dia lupa sudah menerima, ada fotonya," kata Risma, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.
Sebagaimana diketahui, pemerintah akan segera menyalurkan bantuan sosial (Bansos) jelang naiknya harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar. Sekitar Rp12,4 triliun telah dianggarkan untuk tiga jenis Bansos, salah satunya BLT yang disalurkan oleh Kemensos. Ada pun besaran Bansos yang akan didapat oleh calon penerima manfaat sebesar Rp600 ribu.
Berdasarkan penuturan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, bantuan mulai dicairkan September 2022. Bansos Rp600 ribu ini merupakan hasil akumulasi dari dana BLT Rp150 ribu selama empat bulan berturut-turut.
“Masyarakat akan menerima bantuan sebesar Rp150 ribu sebanyak empat kali, namun kami akan menyalurkannya dalam besaran Rp300 ribu sebanyak dua kali, dimulai September 2022,” ujar Risma.
Mensos berpesan agar masyarakat membelanjakan Bansos Rp600 ribu itu untuk kebutuhan bahan pokok sesuai tujuan penyalurannya. "Yang jelas nggak boleh untuk rokok, nggak boleh untuk minuman keras. Untuk kebutuhan pokok," ucap dia.***