Gubri: Kita di Riau Harus Menjaga Kebersamaan dalam NKRI

photo author
Administrator, Riau Satu
- Jumat, 2 Juni 2017 | 13:37 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Gubernur Riau Ir H Arsyadjuliandi Rachman MBA, Kamis sore (25/5/2017) menghadiri acara Dharmasanti Waisak 2561 BE/2017 Bersama umat Buddha Pekanbaru di Gedung SKA Co Ex Pekanbaru.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya menyebutkan bahwa Riau untuk mencapai visinya harus seluruh komponen masyarakat, agama dan juga suku yang ada di Riau ini bersama-sama untuk mencapai visi Riau 2020 itu.

Dalam acara ini umat Buddha telah menunjukkan komitmennya salah satunya tadi telah ditampilkan Tari Persembahan yang diperankan oleh anak kemenakan yang beragama Buddha.

Jadi komitmen bersama untuk mencapai visi 2020 sudah diperlihatkan. Kalau masalah ekonomi umat Buddha ini sudah pelaku ekonomi tidak perlu cerita lagi. Hal-hal seperti inilah yang dibangun di Provinsi Riau. Sehingga tujuan mencapai visi Riau 2020 tujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan cara membangun Riau, cara membuka lapangan kerja menjadikan Riau daerah yang mempunyai budaya yang bisa dibanggakan sehingga Riau menjadi daerah bermarwah dan bermartabat.

Peran-peran ini telah ditunjukkan umat Buddha, maka ini beri apresiasi. Masalah toleransi kata Gubri semua sama berkeinginan bagaimana hidup ini rukun dan damai.

"Jadi otomatis pada kesempatan ini kita di Riau ini harus menjaga kebersamaan itu dalam NKRI. Dan ingat, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa. Jadi kebersamaan dan juga pengertian, toleransi yang diberikan kepada yang tak puasa kepada yang puasa itu suatu hal untuk membangun kebersamaan. Jadi itu juga kita sampaikan dan ini perlu juga teman-teman pers menyampaikan kepada saudara-saudara kita yang lain," kata Gubernur Riau.

Acara ini dihadiri berbagai tokoh Buddha di Riau antara lain Pembinmas Buddha Kanwil Agama Provinsi Riau Tarjoko, Sekretaris Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Provinsi Riau Ket Tjing, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau Peng Suyoto, Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru Agus Pramono, sejumlah Bikkhu dan undangan lainnya.

Acara ini juga diselingi berbagai acara kesenian dan hiburan dari berbagai majelis/lembaga keagamaan Buddha, serta partisipasi dari beberapa sekolah dan ormas Tionghoa dan pembukaan dengan Tari Persembahan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kong On dalam sambutannya menjelaskan acara ini adalah sebagai ungkapan syukur dan sukacita atas peringatan tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha, yaitu saat kelahiran, mencapai kesempurnaan dan Parinibbana.

"Kami mengangkat tema Indahnya Keberagaman dalam Buddha Dharma,” kata Kong On.

Menurut Kong On, tema tersebut disepakati berbagai komponen Buddhis atas kenyataan tentang kebhinnekaan di Bumi Nusantara.

Dengan mengangkat tema tersebut, diharapkan umat Buddha khususnya dapat menyadari bahwa keberagaman itu indah bagaikan aneka bunga berwarna-warni di taman.

Dalam menyongsong dan memperingati Hari Raya Trisuci Waisak yang jatuh pada 11 Mei 2017 lalu, umat Buddha Pekanbaru telah melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial keagamaan seperti Karya Bhakti membersihkan Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma Pekanbaru, menggelar ziarah (Dharmayatra) ke Candi Muara Takus, Pawai Waisak Bersama, pembagian sembako dan paket Waisak, donor darah, bazar vegetarian, pradaksina dan mandi buddharupang.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

Mau Melepas Status WNI? Segini Tarifnya

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:38 WIB

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X