JAKARTA, RIAUSATU.COM-Dinkes (Dinas Kesehatan) Inhil, khususnya bidang kesehatan jiwa didampingi DPRD Inhil melakukan kunjungan kerja sekaligus koordinasi ke Kementerian Kesehatan, guna mempercepat Inhil bebas pasung.
Setelah mendatangi Dinas Kesehatan Aceh Pidie karena sudah berprestasi pada bidang tersebut, Dinas Kesehatan Inhil berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI dalam pelaksanaan program kesehatan jiwa.
''Kita ingin program kesehatan jiwa dan Inhil bebas pasung di Inhil berjalan semakin baik, untuk itu kita lakukan konsultasi dan koordinasi, setelah study banding ke Dinkes Aceh Pidie, sebagai salah satu daerah yang telah berhasil menjalankan program ini, kita juga butuh arahkan Kementerian Kesehatan,'' ungkap Kepala Seksi Kesehatan Jiwa Dinkes Inhil, Devi Natalia, Rabu (29/3).
Jelas Devi lagi, Dinkes Inhil yang didampingi Komisi IV DPRD Inhil sengaja mendatangi Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan arahan, karena program kesehatan jiwa Dinkes Inhil yang memasuki tahun kedua dinilai masih perlu perbaikan.
''Walaupun sudah cukup berhasil membantu masyarakat mewujudkan Inhil bebas pasung berjalan baik, namun kita ingin lebih baik lagi, sehingga dengan study banding dan konsultasi ini, harapan kita untuk membantu masyarakat yang terganggu kejiwaannya bisa lebih maksimal dan mencapai tujuan yang ditetapkan yakni Inhil Bebas Pasung,'' jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Inhil, Dr H Ferryandi, ST MM yang hadir bersama anggota Komisi IV dalam kesempatan itu mengatakan bahwa program kesehatan jiwa pada Dinas Kesehatan perlu terus didukung agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara luas.
''Kita menilai program ini sangat bagus untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang tidak mampu melakukan pengobatan untuk keluarganya yang terkena gangguan jiwa,'' kata Ferryandi, sebagaimana dilansir mediacenterriau.com.
Selain itu, ujar Ferryandi, pihaknya telah melihat hasil dari pelaksanaan program kesehatan jiwa tersebut di Inhil, dimana sudah bisa membantu mengobati sekitar 84 dari 141 orang pasien sakit jiwa, bahkan sudah ada dari mereka yang sembuh itu melangsungkan pernikahan.
''Semenjak adanya program ini, sudah ada pasien sakit jiwa yang sembuh dan akhirnya menikah, berarti program ini kita nilai sangat baik dan memang dibutuhkan masyarakat, sehingga cita cita agar Inhil bebas pasung bisa diwujudkan,'' terang Ferryandi. (dri)