JAKARTA, RIAUSATU.COM — Kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mengendalikan ekspor sumber daya alam (SDA) melalui sistem satu pintu mulai menyoroti para pelaku utama industri komoditas nasional.
Di sektor kelapa sawit, perhatian publik tertuju pada 10 kelompok usaha besar yang selama ini mendominasi ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya dari Indonesia ke pasar global.
Rencana pengendalian ekspor tersebut akan dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Danantara), badan usaha milik negara yang disiapkan menjadi pintu tunggal ekspor berbagai komoditas strategis.
Pemerintah menilai langkah itu diperlukan untuk memperkuat pengawasan terhadap arus perdagangan luar negeri sekaligus menutup celah kebocoran penerimaan negara.
Kebijakan ini muncul setelah Presiden Prabowo menerima laporan mengenai dugaan praktik penyimpangan dalam ekspor komoditas Indonesia, termasuk manipulasi harga dan volume ekspor yang berpotensi merugikan negara.
Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan tata kelola ekspor SDA secara menyeluruh.
BERITA TERKAIT:
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan regulasi teknis terkait ekspor satu pintu saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
Pemerintah menargetkan kebijakan tersebut berlaku penuh mulai 1 Januari 2027, dengan masa transisi yang dimulai pada 1 Juni 2026.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara khusus meminta dilakukan kajian terhadap praktik ekspor sejumlah komoditas unggulan Indonesia setelah menerima laporan mengenai dugaan under invoicing.
Menurut Purbaya, praktik tersebut dilakukan dengan mencantumkan harga ekspor lebih rendah dari nilai transaksi sebenarnya atau melaporkan volume barang lebih kecil dibandingkan jumlah yang diekspor.
"Harganya dimainin lebih rendah dibandingkan dari harga dijual atau kadang-kadang volume diturunkan. Jadi mereka bisa dibilang sebagian diselundupkanlah. Jadi habis itu beliau nanya ke saya, coba kamu pelajari," ujar Purbaya dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam penelusurannya, Purbaya mengaku memeriksa pola pengapalan 10 perusahaan CPO terbesar Indonesia.
Dari hasil pengamatan awal, sebagian ekspor ke Amerika Serikat disebut tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui perusahaan perantara di Singapura.