PEMALANG, RIAUSATU.COM - Anggaran infrastruktur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang, Jawa Tengah pada tahun 2025 belum dapat mengcover perbaikan jalan seluruhnya, khususnya di wilayah daerah pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Comal, Ulujami, Bodeh masih rusak parah.
Berdasarkan pengamatan wartawan Erapos Online—salah satu jaringan Promedia di lapangan, ruas jalan rusak di Kecamatan Ulujami terjadi di Desa Tasikrejo, Kertosari, Blendung, Ketapang, Limbangan, Mojo, Pesantren, Bumirejo, Pamutih, Padek, Wiyorowetan, Ambowetan, Samong, Pagergunung, Sukorejo, Kaliprau.
Jalan rusak terparah berada di Desa Tasikrejo, Kertosari–Blendung, Blendung–Mojo (yang melewati Desa Ketapang dan Limbangan), dan Desa Ambowetan. Tak hanya itu, sejumlah ruas jalan yang sudah diperbaiki juga mengalami rusak lagi.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Aliansi Pemalang Timur, Slamet Tarjoyo mendesak Pemkab Pemalang untuk segera memperbaiki kerusakan jalan di wilayah Kecamatan Ulujami.
Menurutnya, infrastruktur jalan yang tak kunjung diperbaiki mengganggu aktivitas masyarakat, utamanya aktivitas perekonomian dan pendidikan.
”Lengkap sudah penderitaan warga pesisir, jalan rusak tak kunjung diperbaiki ditambah saat-saat banjir rob datang yang merendam rumah, sekolah, tempat ibadah, hingga lahan pertanian,” ujar Slamet Tarjoyo kepada wartawan Erapos Online.
Slamet Tarjoyo juga menyoroti peran DPRD Pemalang, khususnya pada 9 wakil rakyat yang berada di wilayah Dapil IV (Comal, Ulujami, dan Bodeh) yang dinilai kurang responsif terhadap suara rakyat di wilayah tersebut. Padahal, diungkapkan Slamet, mayoritas pimpinan DPRD Pemalang berasal dari dapil Pemalang IV.
”Jika memang peran wakil rakyat maksimal berjuang, di Kecamatan Ulujami tidak ada jalan rusak. Karena Ketua DPRD berasal dari Ulujami, ditambah ada dua wakil ketua masing-masing dari Kecamatan Comal dan Ulujami,” ungkapnya.
”Ini perlu digarisbawahi ya, jika benar-benar mereka wakil rakyat peduli kepada rakyat yang memilihnya, pasti tidak ada jalan rusak,” imbuh dia.
Slamet Tarjoyo juga menyoroti anggota DPRD Pemalang khususnya dapil IV yang belum pernah menggelar reses atau serap aspirasi kepada masyarakat sama sekali sejak terpilih.
Menurut Slamet, tidak adanya reses dari DPRD, dinilai telah melukai hati masyarakat atau pemilihannya.
”Sepemahaman saya kan setiap anggota dewan ada reses, itu ada anggarannya. Tapi ini bagaimana yang belum sama sekali melaksanakan reses? Apa reses sudah dihilangkan dari program wakil rakyat?,” ujar Slamet Tarjoyo.
”Kami menekankan peran DPRD sinergi menampung aspirasi masyarakat dapil IV khususnya di Ulujami, gimana mau menampung pikiran rakyat jika tidak pernah reses ,kalo tidak ada reses otomatis tidak bisa mendengar aspirasi masyarakatnya,” tegas Slamet Tarjoyo.
”Kami minta ketegasan saja dari Pemerintah maupun wakil rakyat, jalan rusak ini mau dibiarkan jadi akses masyarakat atau sekalian dijadikan sawah? Kami menekankan ini ada perubahan agar jalan lebih bagus,” imbuhnya, seperti rilis yang diterima riausatu.com.