Jalan Tol Sicincin- Bukittinggi Bisa Dilalui di 2029 Jika...

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 9 Februari 2026 | 09:54 WIB
Jalan tol Padang-Sicincin yang sudah dioperasionalkan  (f: kompas.com)
Jalan tol Padang-Sicincin yang sudah dioperasionalkan (f: kompas.com)

 

PADANG, RIAUSATU.COM - Kabar baik datang setelah sejumlah daerah Sumatera Barat (Sumbar) dilanda bencana. Jalan tol akan hadir menghubungkan Sicincin – Bukittinggi, jalur yang selama ini dikenal “maut” – bukan hanya karena rawan kecelakaan tetapi juga rawan longsor dan galodo.

Kapan Jalan Tol Sicincin – Bukittinggi bisa dilalui? Nah, jawaban atas pertanyaan ini sangat ditentukan oleh sejumlah faktor pendukung. Utamanya, adalah masalah pembebasan lahan dan dukungan dana.

Soal pembebasan lahan, sudah menjadi ‘hantu’ dalam setiap proyek infrastruktur di Ranah Minang ini. Dua proyek strategis nasional (PSN) terbaru, mengalami progres yang lambat, karena sulit dan rumitnya pembebasan lahan. PSN itu adalah Jalan Tol Padang – Sicincin dan yang baru mulai sekarang yakni, Flyover Sitinjau Lauik.

Kemudian soal dukungan pembiayaan. Beberapa tahun terakhir, APBN tidak dalam kondisi baik-baik saja. Bahkan, di tahun 2025 hingga 2026 ini, ada namanya kebijakan efisiensi anggaran, kata lain dari pemangkasan alias pemotongan. Banyak proyek tertunda tak bisa dilaksanakan.

Namun demikian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tetap memasang target cukup optimistis, Jalan Tol Padang–Pekanbaru Seksi Sicincin–Bukittinggi dapat rampung dan beroperasi pada tahun 2031. Ini tentu asalkan seluruh tahapan perencanaan dan pembangunan berjalan sesuai jadwal.

Bahkan, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (Dirjen PI) Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra membuka peluang percepatan penyelesaian di tahun 2029. Ini, kata dia, dapat tercapai, sepanjang dukungan teknis, pendanaan, dan koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal sejak tahap awal.

Dalam rapat lanjutan percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin/Kayu Tanam–Bukittinggi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya, di kantor Kementerian PU, awal pekan ini, terungkap total kebutuhan investasi mencapai Rp25,23 triliun.

Pembangunan ruas tol yang paling dinantikan ini, akan dilaksanakan oleh BUMN Karya, PT Hutama Karya (HK) melalui skema penugasan. Rapat juga membahas sejumlah tahapan teknis yang telah dan akan dilaksanakan, di antaranya survei topografi, survei geoteknik serta penyusunan rekomendasi teknis sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendukung percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sebagai bagian dari proyek strategis nasional yang sangat dibutuhkan daerah.

Menurut Mahyeldi, keberadaan jalan tol tersebut akan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus mengurangi risiko gangguan lalu lintas pada jalur nasional Padang–Bukittinggi yang selama ini rawan terdampak bencana.

“Kami menyambut baik target dan komitmen pemerintah pusat dalam pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Infrastruktur ini sangat penting untuk memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan,” kata Mahyeldi seperti dilansir padangkita.comm

Pemprov Sumbar, lanjut dia, siap mendukung seluruh tahapan pembangunan sesuai kewenangan daerah, termasuk dalam aspek koordinasi lintas sektor dan dukungan terhadap proses yang dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

"Insya Allah, kami siap mendukung sesuai kewenangan yang dimiliki daerah," tegas Mahyeldi.

Dibagi Dua Segmen

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Rekomendasi

Terkini

Tenang! Menkes Pastikan Harga Obat BPJS Tak Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:08 WIB
X