Kerap Disebut Flu Musiman, Mohon Super Flu Jangan Dianggap Sepele

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Selasa, 6 Januari 2026 | 15:33 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

SURABAYA, RIAUSATU.COM - Dalam beberapa waktu terakhir Influenza A (H3N2) subclade K atau yang biasa disebut super flu menjadi perhatian masyarakat.

Meski kerap disebut sebagai flu musiman, penyakit ini tidak bisa dianggap sepele.

Dokter Herisis yang bertugas di Puskesmas Banyuurip Surabaya, Jawa Timur, menegaskan bahwa jenis influenza ini tergolong flu berat dengan risiko komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

“Penularannya melalui droplet atau udara dekat. Dengan gejala demam tinggi dan nyeri otot berat. Bahaya dari penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia dan gagal nafas," kata dokter yang biasa disapa Heri itu kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026) siang.

"Untuk obatnya menggunakan antivirus (oseltamivir), tidak perlu antibiotika kecuali sudah terkontaminasi bakteri. Namun, pentingnya menurunkan panas agar tidak kejang,” ujarnya lagi.

Menurut dia, kelompok yang paling rentan terpapar penyakit ini adalah anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Pada kelompok tersebut, flu berat dapat berkembang lebih cepat dan memicu komplikasi.

Berbeda dengan flu biasa yang sering datang perlahan, Influenza A H3N2 atau super flu cenderung muncul secara mendadak dengan kondisi tubuh yang langsung terasa lemah. 

“Demam tinggi lebih dari 38 derajat sampai menggigil hebat, muncul nyeri otot dan sendi hingga sakit kepala berat, batuk kering, pilek dan hidung tersumbat sampai badan lemas sekali, kadang-kadang mual, muntah dan diare terutama anak," kata dr Herisis.

Dia mengatakan, semua gejala tersebut harus diwaspadai sejak awal. Jika ditemukan maka pemeriksaan dini penting dilakukan guna membedakan apakah infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri. Sehingga pengobatan dapat diberikan secara tepat dan tidak berlebihan.

"Bila di puskesmas bisa langsung tes darah untuk mengetahui karena virus atau bakteri,” ujarnya.


Selain itu, dalam kondisi tertentu, pasien tidak disarankan datang ke puskesmas, melainkan harus segera dibawa ke rumah sakit.

Herisis mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada kondisi gawat darurat.

“Antara lain sesak nafas, nyeri dada, demam lebih dari tiga hari tidak turun. Lalu, lemas ekstrem sampai sulit bangun dengan bibir kebiruan, muntah terus atau dehidrasi sehingga penurunan kesadaran,” ujar mantan dokter tim sepak bola Madura United itu. 

Dia menyebut, penanganan cepat dinilai menjadi kunci untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, terutama gagal napas.

Meski tergolong flu berat, Herisis mengatakan, super flu tetap bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB
X