“Ini mencerminkan kebesaran hati keluarga. Sejak awal, Pak Prabowo dan Pak Hashim selalu menekankan ingin fokus bekerja untuk rakyat,” ujar Yohanes.
Ketua Panitia Pengusul, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes, menyatakan bahwa pengusulan resmi yang semula direncanakan pada 11 April 2025 resmi ditunda.
“Penundaan ini didasarkan atas pertimbangan situasi nasional. Kami tidak ingin pengusulan ini terkesan sebagai aji mumpung,” kata Fachmi. Ia menambahkan bahwa seminar, diskusi, dan kajian akademik tetap akan dilanjutkan baik di tingkat daerah maupun nasional.
Menanti Waktu yang Lebih Tepat
Fachmi menegaskan bahwa dari hasil berbagai seminar yang telah digelar, telah terkonfirmasi peran strategis RM Margono dalam pembangunan Indonesia.
“Beliau layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. Sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengusulkannya secara resmi ke Presiden melalui Kementerian Sosial,” ujarnya.
Mira Riyati Kurniati dari Kemensos menyatakan bahwa RM Margono telah mendedikasikan hidupnya untuk bangsa. “Sebagai pendiri BNI, beliau telah ikut meletakkan dasar ekonomi nasional pada masa awal kemerdekaan. Beliau bukan hanya ekonom, tetapi juga negarawan,” katanya.
Ia berharap melalui seminar seperti ini, masyarakat dan para pemangku kepentingan dapat lebih memahami jasa RM Margono dan mendukung pengusulan gelar Pahlawan Nasional secara luas. ***