PADANG, RIAUSATU.COM - Pemerintah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), meminta masyarakat untuk tetap tenang dengan adanya isu ancaman gempa Megathrust di Sumatera dan Jawa.
Hal itu diungkapkan oleh Pj Wali Kota Padang, Andree Algamar. Ia meminta agar masyarakat tetap waspada dan siap siaga. “Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang,” katanya.
Andree menyebut, isu gempa megathrust sebenarnya sudah mencuat ke tengah publik sejak lama. Bahkan sudah menjadi isu nasional.
Kabar akan adanya gempa megathrust bukanlah kabar pertakut. Akan tetapi upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
“Sebab itu, kita mesti meningkatkan kesiapsiagaan dengan memperkuat mitigasi,” ujar mantan Sekretaris Kota Padang tersebut, dilansir katasumbar.com.
Selain memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan, warga juga diharapkan untuk dapat menjaga fasilitas publik. Seperti shelter dan lainnya.
“Mari kita rawat shelter yang ada. Kita optimalkan dan bersihkan. Termasuk menjadikan shelter sebagai tempat yang familiar oleh masyarakat,” imbau Andree.
Saat ini di Padang terdapat sejumlah shelter yang siap menampung warga ketika terjadi bencana.
Seperti shelter Darussalam di Kelurahan Bungo Pasang, shelter Nurul Haq di Komplek Jondul 4 Parupuk Tabing, Koto Tangah, dan shelter Wisma Indah Warta Bunda di Ulak Karang Utara.
Selain mengajak warga untuk mengoptimalkan shelter yang ada, Pemko Padang juga telah memperbarui rambu-rambu jalur evakuasi.
Selain itu pihaknya juga memasang sirine peringatan tsunami di berbagai titik strategis. Hal ini dilakukan agar warga memahami dan tidak panik ketika bencana terjadi.***