Gempa Turki: Bocah 7 Tahun Ini Peluk Adiknya Agar Tak Kena Reruntuhan Bangunan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 8 Februari 2023 | 12:19 WIB
 Ilustrasi gempa Turki. (f: int)
Ilustrasi gempa Turki. (f: int)

ANKARA, RIAUSATU.COM - Gempa dahsyat yang mengguncang Turki dan Suriah menimbulkan duka yang mendalam, termasuk kisah-kisah yang sarat muatan humanis.

Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan aksi gadis 7 tahun di Suriah yang menutupi kepala adiknya yang masih balita mengundang haru dari masyarakat dunia.

Gadis kecil tersebut berada di bawah reruntuhan dinding, dia memeluk adiknya agar tak kena reruntuhan bangunan. Di bawah dua bersaudara ini, terdapat selimut yang membuat mereka tak terlalu kedinginan.

Beruntung setelah 17 jam tertimbun reruntuhan, dua anak tersebut sudah berhasil dievakuasi. Keberanian gadis 7 tahun itu pun mendapat pujian dari warganet seluruh dunia.

“Gadis berusia 7 tahun yang memegangi kepala adik laki-lakinya untuk melindunginya saat mereka berada di bawah reruntuhan selama 17 jam telah berhasil selamat,” ucap akun Twitter Muhammad Safa @mhdksafa.

Sebagaimana diketahui, Senin, 6 Februari 2023 menjadi hari yang mencekam bagi warga Turki dan Suriah usai diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,8. Per Rabu, 8 Februari 2023 pagi, jumlah korban meninggal di Turki mencapai 5.894 orang, sedangkan korban gempa di Suriah yang meninggal mencapai 1.932 orang.

Sebanyak 34.810 orang di Provinsi Kahramanmaras mengalami luka akibat gempa tersebut. Tercatat ada 5.775 bangunan yang ambruk karena gempa kencang tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut sejauh ini sudah ada 8.000 warga yang sudah dievakuasi dari reruntuhan. Kendati demikian masih banyak lagi yang masih menunggu pertolongan tim evakuasi.

Kondisi bangunan yang rusak parah dan cuaca ekstrem menjadi faktor penghambat proses evakuasi korban. Bahkan pada Senin malam setelah gempa, suara tangisan dan teriakan terdengar di reruntuhan bangunan. Suara itu berasal dari korban yang minta untuk segera diselamatkan.

“Fakta bahwa lebih dari 8.000 warga kami telah diselamatkan dari reruntuhan adalah bantuan terbesar kami,” kata Erdogan, dikutip dari Anadolu Agency, dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Kurangnya alat berat untuk mengevakuasi warga yang terkena reruntuhan gedung juga dikeluhkan oleh tim penyelamat. Belum lagi jalanan yang rusak hingga memutus sarana antara satu wilayah dengan lainnya.

Anak-anak dan lansia yang merupakan kaum rentan sering ditemukan dalam kondisi hidup dan meninggal dunia di bawah reruntuhan gedung.

Proses evakuasi terkendala
Tim penyelamat memiliki pekerjaan yang berat baik di Turki maupun di Suriah. Di Antakya, ibu kota provinsi Hatay, berbatasan dengan Suriah hanya ada sedikit tim penyelamat sehingga memaksa warga membongkar sendiri puing-puing bangunan.

Sebanyak 12.000 personel pencarian di Turki dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Pencarian dibantu oleh 9.000 tentara, dan lebih dari 70 negara menawarkan tim penyelamat dan bantuan.

“Areanya sangat luas. Saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” ucap Johannes Gust, pihak dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Jerman, dikutip dari Reuters.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X