Mengenali Lebih Jauh Virus Nipah yang Sedang Menyerang India dan Dianggap Sangat Berbahaya

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Kamis, 29 Januari 2026 | 12:20 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Virus Nipah merupakan patogen mematikan yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat khusus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan Nipah sebagai virus berisiko tinggi karena tingkat kematian yang besar serta potensi wabah lintas negara.

Menurut laporan Independent, Rabu (28/1/2026), seperti dilansir kompas.com, India saat ini bergerak cepat menekan penyebaran virus Nipah setelah dua kasus terkonfirmasi di wilayah Benggala Barat.

Pemerintah setempat telah mengarantina hampir 200 orang yang diketahui melakukan kontak erat dengan pasien.

Meski seluruhnya dinyatakan negatif dan tanpa gejala, kemunculan kasus ini memicu kewaspadaan luas di kawasan Asia.

Sejumlah negara bahkan mulai menerapkan kembali pemeriksaan kesehatan ala pandemi Covid-19 di bandara yang melayani penerbangan dari wilayah terdampak.

Dilansir dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris, Selasa (27/1/2026), virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni infeksi yang dapat berpindah dari hewan ke manusia.

Penularannya tidak hanya terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, tetapi juga bisa melalui konsumsi makanan yang tercemar, bahkan dari manusia ke manusia.

Keberadaan virus ini pertama kali terungkap pada 1999, saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura. Kelelawar buah, terutama dari genus Pteropus, diketahui sebagai reservoir alami virus Nipah.

Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan virus ini juga mampu menginfeksi berbagai hewan lain, seperti babi, anjing, kucing, kambing, kuda, hingga domba, yang berpotensi menjadi perantara penularan ke manusia.

Independent juga melaporkan bahwa infeksi virus Nipah dikenal sulit terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya tidak spesifik.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut masa inkubasi virus ini umumnya berkisar 4 hingga 21 hari, meski pada kasus tertentu bisa lebih lama.

Pada fase awal, pasien biasanya mengalami gejala mirip influenza seperti demam mendadak, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, hingga rasa tidak enak badan.

Sebagian penderita juga mengalami gangguan pernapasan, mulai dari batuk, sesak napas, hingga pneumonia.
Komplikasi paling berbahaya dari Nipah adalah peradangan otak atau ensefalitis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Rekomendasi

Terkini

X