SINGAPURA, RIAUSATU.COM - Warong Nasi Pariaman, rumah makan nasi Padang legendaris di kawasan Kampong Gelam, Singapura, menyampaikan permintaan maaf atas pengumuman penutupan mendadak mereka.
Dalam pernyataan di media sosial, pihak restoran menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang sangat berat untuk diambil.
Mereka juga berterima kasih kepada para pelanggan yang telah setia mendukung selama bertahun-tahun.
Dalam unggahan Facebook pada Rabu (21/1/2026), seperti dilansir kompas.com, Warong Nasi Pariaman menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pelanggannya.
Mereka menyebut dukungan yang diberikan selama ini sebagai sesuatu yang tak tergantikan. “Kami berterima kasih atas dukungan dan kesetiaan Anda selama bertahun-tahun,” tulis pihak restoran.
Mereka juga secara khusus meminta maaf atas pengumuman yang terkesan mendadak. “Kami meminta maaf atas pengumuman yang mendadak ini dan dengan hormat memohon pengertian Anda, karena ini merupakan keputusan yang sangat sulit bagi kami,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagai dampak dari situasi ini, restoran juga mengumumkan tidak lagi menerima reservasi meja. Pelayanan makanan dilakukan berdasarkan urutan kedatangan pelanggan.
Adapun penutupan permanen dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari mendatang. Alasan penutupan tak diungkap
Hingga kini, alasan pasti di balik penutupan Warong Nasi Pariaman belum diungkap ke publik. The Straits Times melaporkan, telah menghubungi restoran tersebut pada 20 Januari setelah unggahan penutupan muncul, namun tidak mendapat tanggapan.
Salah satu pemilik, Abdul Munaf Isrin, juga menolak menjelaskan penyebab penutupan saat diwawancarai Berita Harian pada tanggal yang sama.
Meski demikian, sebelumnya CNA melaporkan adanya lonjakan harga sewa di kawasan Kampong Gelam dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa unit ruko dilaporkan mengalami kenaikan sewa dari sekitar 3.000 dollar Singapura (sekitar Rp 39 juta) menjadi hampir 10.000 dollar Singapura (sekitar Rp 132 juta).
Penutupan Warong Nasi Pariaman turut menarik perhatian pejabat pemerintah. Dalam unggahan Facebook terpisah pada 21 Januari, Menteri Negara Urusan Muslim yang juga menjabat sebagai Associate Professor, Faishal Ibrahim, mengungkapkan bahwa ia mengunjungi keluarga pemilik restoran pada 20 Januari.
Ia mengatakan, telah meminta “rekan-rekan di berbagai lembaga pemerintah untuk terhubung dengan para pemilik guna memahami hal apa yang mungkin dapat membantu saat mereka merencanakan langkah berikutnya”.
Faishal juga menyoroti besarnya makna Warong Nasi Pariaman bagi masyarakat Singapura.