NEW YORK, RIAUSATU.COM – Tentara Israel menembak dan membunuh seorang Ibu dan anak perempuannya, di Gereja Katolik Holy Family, di Kota Gaza, Palestina, Sabtu (16/12/2023).
Tujuh orang lainnya juga ikut tertembak dan terluka ketika tengah membantu penduduk yang terluka di sana.
Berdasarkan identifikasi, wanita tersebut adalah Nahida Khalil Anton dan putrinya, Samar Kamal Anton.
Mereka ditembak ketika pergi menuju kamar mandi, seperti dilansir nytimes.com, (18/12/2023).
“Tidak ada peringatan, tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Mereka di tembak tanpa ampun di dalam lingkungan paroki,” sebut Patriarkat Latin Yerusalem.
Patriarkat menyebutkan bahwa roket Israel menembak sebuah biara di kompleks gereja dan menghancurkan satu-satunya generator listrik dan pasokan bahan bakar serta merusak struktur bangunan tersebut.
Sebanyak 54 penyandang disabilitas terkena dampaknya karena hal ini. Mereka membutuhkan alat bantu pernapasan untuk bertahan hidup. Tanpa listrik, mereka tidak dapat bertahan.
Namun, militer Israel membantah penyerangan pada paroki gereja ini.
Hal ini bukanlah pertama kalinya Israel menyerang gereja di Kota Gaza. Sebelumnya pada bulan Oktober, serangan udara Israel menghantam Gereja Ortodoks Yunani.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, setidaknya 16 orang tewas dan banyak yang terkubur di bawah reruntuhan.
Paus Fransiskus menunjukkan kesedihannya atas peristiwa pembunuhan ini.
“Mereka adalah penduduk tanpa senjata. Peristiwa ini terjadi di kompleks paroki gereja di mana tidak ada teroris. Di sana hanya ada keluarga, anak-anak, orang-orang sakit, dan penyandang disabilitas,” sebutnya.
Layla Moran, anggota Parlemen Inggris, mengatakan bahwa keluarga besarnya termasuk di antara ratusan warga yang berlindung di kompleks paroki Gereja Holy Family tersebut.