PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Tri Karya (PETIR), Jackson Sihombing, mengaku mendapat intimidasi dari oknum yang meminta agar dirinya tidak mengungkap praktik ilegal di kebun sawit milik PT Palm Lestari Makmur.
Menurut Jackson, intimidasi tersebut terjadi pada Senin (17/3/2025) sekitar pukul 16.44 WIB. Ia menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang berisi ancaman, fitnah, dan kata-kata kasar.
"Tadi sore saya dihubungi lewat WhatsApp 08137166**, dengan umpatan fitnah, nada ancaman, dan bahasa yang tidak menyenangkan. Pengirim pesan mengaku bermarga Situmorang," ujar Jackson.
Ia menjelaskan bahwa oknum tersebut secara tegas meminta agar dirinya tidak mengganggu kebun sawit PT Palm Lestari Makmur yang berlokasi di Kabupaten Indragiri Hulu.
"Saya diminta untuk tidak mengusik PT Palm Lestari Makmur karena, menurutnya, banyak kepentingan di sana," ungkapnya.
Sebagai aktivis yang telah lima tahun mengungkap kasus korupsi dan kejahatan kehutanan di Riau, Jackson mengaku sudah sering menerima ancaman.
"Banyak yang ingin saya mati karena kasus-kasus yang saya bongkar. Tapi selama saya di jalur yang benar, saya tidak akan mundur," tegasnya.
Jackson juga meminta perlindungan dari Presiden Prabowo, Panglima TNI, dan Kapolri bagi para aktivis yang berani bersuara demi kepentingan publik.
"Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 telah mengatur peran serta masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Negara harus melindungi mereka yang berani mengungkap kebenaran," katanya.
Ia pun mendesak Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan terhadap PT Palm Lestari Makmur.
"Kami punya data lengkap. Kami berharap Kementerian Pertahanan, Kejaksaan Agung, dan Panglima TNI yang tergabung dalam Satgas PKH segera turun dan menyita kebun tersebut," pungkasnya. ***