Edwin Sebut Pola Tidur Richard Eliezer Berubah: Siang Tidur, Malam Kerap Tak Bisa Pejamkan Mata

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 3 Februari 2023 | 12:20 WIB
 Bharada E saat menjalani persidangan. (f: int)
Bharada E saat menjalani persidangan. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Richard Eliezer menjalani persidangan dengan agenda duplik pada Kamis 2 Februari 2023 lalu. Richard dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Malam sebelum sidang pembacaan duplik, Richard tak bisa tidur. Hal ini diutarakan oleh Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu.

“Tadi Icad (Richard) ketika saya tiba (di PN Jaksel) lagi tidur dia. Saya tanya, ‘kenapa tidur?’ (dia menjawab) ‘semalam enggak bisa tidur pak’. Kenapa dia enggak bisa tidur? Ternyata sejak mendengar tuntutan itu, jam metabolisme tubuhnya itu berubah,” tutur Edwin, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Menurut penuturan Edwin, saat ini pola tidur Richard berubah. Dia tidur pada siang hari, sementara malam hari kerap tak bisa memejamkan mata.

Edwin berpendapat, kejujuran Richard membuat polisi berpangkat Bhayangkara 2 itu lepas dan lega. Karena, semua keterangannya dinilai jujur oleh publik, Richard mempunyai pendukung dari sekelompok perempuan yang menamakan diri sebagai Richard Angels.

“(Richard) sangat tahu (banyak yang mendukung). Ya kan kita bisa menyaksikan setiap Icad di sidang ya itu sebagian besar (pendukungnya) perempuan. Dan kalau saya perhatikan, kalau disebut dengan emak-emak enggak pas juga, itu beragam. Ada yang masih muda, masih kuliah,” ucap Edwin.

Dia menyaksikan ada 2 orang mahasiswi dengan jas almamater berbeda terus menatap Richard yang di dalam sel PN Jaksel. Menurutnya, ini adalah hal unik karena 2 mahasiswa itu terus tersenyum saat menatap Richard.

Sepanjang pengalaman Edwin, ia belum pernah melihat terdakwa pembunuhan di Indonesia yang menjadi idola. Dia yakin ini adalah yang pertama kali di Indonesia.

“Kemudian saya coba dalami, apa sih yang membuat orang memberikan dukungan? Saya undang mereka, mereka datang ke kantor kami, dan saya ajak bicara, ‘apa sih yang membuat kalian mendukung Icad?’ Sama jawabannya, karena jujur,” ujarnya.

Dia menyebut, meskipun datang dari terdakwa pembunuhan, kejujuran adalah sesuatu yang dirindukan. Selain kejujuran, dalam diri Richard juga terdapat keberanian dan pertaubatan.

“Saya tadinya cuma dengar katanya, ada ojek online ibu-ibu yang suka nonton setiap Icad sidang. Tapi tadi saya ketemu benar, Allahu Akbar,” kata Edwin di kanal YouTube Irma Hutabarat – Horas Inang.

Ibu-ibu pengemudi ojol tersebut mau meluangkan waktu untuk menyaksikan Richard di persidangan meski harus berhenti sejenak dari kesibukannya mencari rezeki. Menurut Edwin, itu adalah suatu hal yang luar biasa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X