Tak Gentar Dilaporkan, Alvin Lim Tantang Debat Jaksa Agung, Buktikan Kejagung Bukan Sarang Mafia

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Minggu, 25 September 2022 | 18:30 WIB
Advokad Alvin Lim (ft: ist)
Advokad Alvin Lim (ft: ist)

 

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Pertama kali dalam 77 tahun sejarah Indonesia sejak merdeka, kejaksaan RI kebakaran jenggot dan persekutuan seluruh Indonesia menyerang seorang advokat yang mengkritik keras atas praktek korup oknum kejaksaan.

Persatuan Jaksa Garut, DKI Jakarta, Kuningan, Riau, Lampung, Cianjur, dan banyak daerah lainnya secara bersamaan membuat laporan polisi ITE. Dimana kejaksaan menekankan dikritik sebagai sarang mafia hukum dari seorang advokat yang terkenal Vokal.

Advokat itu adalah Alvin Lim, seorang pengacara keturunan tionghoa, tapi dengan semangat nasionalisme tinggi dan urat takut yang sudah hilang karena sudah dua kali menjadi korban Kriminalisasi oknum.

Berbeda dengan Ahok yang setelah masuk penjara, keluar membungkam, namun Alvin Lim keluar dari penjara semakin membara niat dan semangatnya melawan para oknum koruptor terutama oknum aparat penegak hukum.

Bukan tanpa taring, sebelumnya Alvin Lim membongkar dugaan kasus mafia di Kejagung yang melibatkan Chaerul Amir, seorang pejabat kejaksaan bintang dua yang akhirnya di copot Jaksa Agung karena terbukti terlibat mafia kasus.

Kali ini Alvin Lim mendengungkan banyaknya oknum di kejaksaan agung sehingga mengkritik kejaksaan agung sebagai sarang mafia.

Tidak gentar dipolisikan jaksa seluruh Indonesia. Alvin lim malah menantang balik Jaksa Agung. "Jika masih ada kejantanan dalam diri Jaksa Agung, saya menantang Jaksa Agung untuk berdebat di TV nasional. Jaksa Agung membuktikan bahwa kejaksaan tempat para malaikat yang suci dan tidak pernah tercela, tidak pernah korup dan bukan sarang mafia hukum. Alvin akan membuktikan bahwa Kejaksaan agung sarang mafia, pejabat kejagung korup, dan patut dibersihkan. Alvin Lim kalah, selamanya Alvin Lim akan menutup mulut, tapi jika Alvin Lim menang, ia meminta Jaksa Agung punya permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia," ujar Alvin Lim, kepada wartawan Ahad ( 25/9/2022)

Alvin Lim memeriksa keterangan Jaksa Garut yang menyatakan bahwa tindakan lapor serentak adalah atas perintah Pimpinan kejaksaan.

"Ini bukti arogansi kejaksaan terhadap masyarakat dan merupakan bukti kemunduran di Jaman Burhanudin. Dimana-mana kritik itu ditanggapi dengan klarifikasi kejaksaan, namun menyanggah dan mengkoreksi dan meminta klarifikasi, malah mempidanakan masyarakat yang mengkritik," sambung Alvin.

Apakah rakyat mau kejaksaan buang uang APBN untuk mempenjarakan masyarakat yang kritik? Lucu dimana ada kejaksaan yang adalah pelayan masyarakat malah menyerang tuannya sendiri. Disinilah ditunjukkan keangkuhan kejaksaan agung.

Alvin Lim ingin masyarakat luas melihat dan menilai bagaimana media Kejaksaan menilai keadilan restoratif dan penegakan hukum yang humanis, tapi realitasnya, anti kritik dan tajam ke masyarakat.

"Kita tunggu apakah masih ada kejantanan Jaksa Agung untuk menerima tantangan debat. Apakah pemimpin tertinggi kejaksaan agung punya keberanian untuk membuktikannya ataukah hanya seorang banci yang banyak bicara dan pencitraan? Jika takut, lebih baik saja dari jabatan. masyarakat?," ucapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X