• Senin, 4 Juli 2022

GMKI Minta Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Dana Hibah dan Bansos Siak

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 15:24 WIB
Koordinator Wilayah XIII PP GMKI, Hermanto Romora S (GMKI)
Koordinator Wilayah XIII PP GMKI, Hermanto Romora S (GMKI)

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melalui Koordinator Wilayah XIII PP GMKI, Hermanto Romora S meminta Kejagung RI mengambil alih kasus dugaan korupsi dana Hibah dan Bansos Kabupaten Siak tahun 2014-2019 yang diperkirakan mencapai nilai puluhan milyar rupiah

Lambatnya penanganan kasus ini membuat GMKI sangat muak dengan drama kasus dugaan korupsi bansos kabupaten Siak yang dinilai Kejati Riau tidak berani memeriksa serius Mantan Bupati Siak saat itu.

"GMKI melihat penanganan kasus ini terlalu banyak dramanya, karena sampai saat ini belum ada kejelasan hukum mengenai siapa aktor dibelakang kasus dugaan korupsi Bansos Kabupaten Siak 2014-2019 di era kepemimpinan Bupati Siak saat itu, apalagi penyidik dari Kejati Riau berkomentar dibeberapa media online mengatakan sangat rumit penanganan kasus ini. Ini membuat kekecewaan masyarakat kepada Kejati Riau semakin meningkat. Sudahlah, serahkan saja ke Kejagung kalau Kejati Riau tak bisa membekuk aktor kunci dibalik kasus dugaan Korupsi Bansos Kabupaten Siak ini," sebut Hermanto Romora.

"Yah jelas saja muak kenapa sudah sampai bertahun begini tidak ada kejelasan siapa tersangka di kasus ini, simpel sebenarnya, Kasusnya dugaannya di wilayah di Kabupaten Siak, kenapa Bupati saat itu tidak diperiksa secara serius baik menjadi saksi kunci ataupun dinaikkan statusnya? beliau kemungkinan besar tau siapa dibalik permainan kotor yang merugikan negara ini," imbuh Hermanto Romora itu.

Menurutnya, Kejagung yang dinilai sakti dengan kasus-kasus rumit di Indonesia harusnya ambil alih penanganan kasus dugaan Korupsi Bansos Kabupaten Siak 2014-2019.

"Lambannya Kejati Riau menangani ini sangat mencoreng keberanian intitusi Kejaksaan yang belakangan ini sempat mendapat kepercayaan publik karena menggemparkan perbincangan publik karena sukses menangkap aktor mafia minyak goreng yang pelakunya sebagian besar juga dari Riau. Ini memperlihatkan Kejati Riau emang tak bisa berbuat banyak dalam ketegasan menyikapi kasus besar," tutup Hermanto Romora yang berharap Kejagung RI turun tangan. (rls)

Editor: Fatahilah

Terkini

Personel Polsek Sukajadi Patroli Sepeda

Sabtu, 12 Februari 2022 | 13:32 WIB

Oknum Pejabat Kemenkeu Diperiksa Polisi

Selasa, 23 November 2021 | 21:43 WIB

Terpopuler

X