• Senin, 4 Juli 2022

Berikut Rekam Jejak PT DUS, Kontraktor Pemenang Pembangunan MakoLanal Dumai

- Senin, 9 Mei 2022 | 11:19 WIB
Direktur PT Duta Utama Sumatera, MUS, saat ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera, di Yogyakarta, Rabu (2/2/2022). (f: orbitdigitaldaily.com)
Direktur PT Duta Utama Sumatera, MUS, saat ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera, di Yogyakarta, Rabu (2/2/2022). (f: orbitdigitaldaily.com)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – PT. Duta Utama Sumatera (DUS) beralamatkan di Jalan Pabrik Tenun No. 126-E, Medan, tersandung kasus korupsi proyek pembangunan Pasar Waserda di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara tahun anggaran 2008, nilai pagu Rp3,3 miliar.

M Umbar Santoso (MUS), Direktur PT. DUS yang memenangkan pekerjaan Fisik Pembangunan MakoLanal di Kota Dumai, ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, di Yogyakarta, Rabu (2/2/2022). MUS/PT DUS diduga mengurangi kualitas proyek/tidak sesuai spesifikasi pekerjaan sehingga merugikan keuangan negara.

Berdasarkan pemberitaan di sejumlah media siber, perkara ini bergulir di Kejaksaan Negeri Serdang Berdagai, dan pada 2012 mulai dilakukan penyidikan. Pada 2018, MUS, Direktur PT DUS bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Serdang Bedagai selaku (KPA) dan PPK, ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, MUS selaku Direktur PT. DUS melarikan diri alias menjadi buronan dan masuk daftar pencarian orang (DPO) selama hampir empat tahun. Akhirnya, Kamis (3/2/2022), MUS ditangkap Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Maknanya, proses hukum tindakan pidana korupsi (tipikor) MUS selaku Direktur PT DUS pada perkara korupsi proyek pembangunan Pasar Waserda di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara tahun anggaran 2008, masih sedang berproses hukum.

Sementara, PPK pada 2018 telah dijatuhkan vonis oleh majelis hakim. Kemudian, KPA (Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi) selama satu tahun menjadi buronan juga dapat ditangkap di Jakarta, dan pada Desember 2018 dijatuhkan vonis satu tahun.

Riausatu.com sengaja melakukan tracking atas nama PT. Duta Utama Sumatera, apakah perusahaan itu mengikuti tender di LPSE Provinsi Sumatera Utara dan 33 kabupaten/kota di Provinsi Sumut.

Setelah tracking di LSPE Pemprov Sumut dan 33 LPSE kabupaten/kota di Provinsi Sumut, PT DUS sejak 2019 sampai saat ini (tahun 2022) tidak ada mengikuti tender.

Kecuali pada 2019 di Kabupaten Deli Serdang, PT. DUS memenangkan proyek Belanja Modal Gedung dan Bangunan – Pengadaan Bangunan Gedung Pertokoan/Koperasi/Pasar Dhi Revitalisasi Pasar Tanjung Morawa (DAK), senilai Rp2,5 miliar.

Dimintai pendapatnya oleh riausatu.com, mantan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Daerah Riau M Nasir Day SH MH mempertanyakan sikap Pokja ULP Riau yang relatif tidak peka terhadap masalah korupsi yang membelit PT DUS.

Padahal, persyaratan kualifikasi sudah tegas menyatakan lelang diikuti oleh Badan Usaha tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana. ‘’Direktur PT DUS, MUS, ditangkap Februari 2022, sementara pengumuman pemenang Pembangunan MakoLanal di Kota Dumai pada April 2022. Apa tidak tahu,’’ ujarnya.

Halaman:

Editor: Novrizon Burman

Tags

Terkini

Personel Polsek Sukajadi Patroli Sepeda

Sabtu, 12 Februari 2022 | 13:32 WIB

Oknum Pejabat Kemenkeu Diperiksa Polisi

Selasa, 23 November 2021 | 21:43 WIB

Terpopuler

X