24 Orang Positif Konsumsi Narkoba

photo author
Redaktur, Riau Satu
- Kamis, 13 Agustus 2015 | 11:23 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Hasil razia Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau pada Rabu (12/8), mendapatkan 24 orang positif konsumsi narkoba.

Kepala BNP Riau Kombes Pol Drs Ali Pranaka melalui Kabid Pemberantasan AKBP Halbun SH MH menjelaskan bahwa 24 orang terindikasi narkoba setelah hasil tes urine dikeluarkan.

''Total yang diamankan sebanyak 29 orang. Berdasarkan hasil tes urine, 24 orang positif konsumsi narkoba diantaranya 16 perempuan dan 8 laki-laki. 5 orang lagi negatif narkoba tapi tidak ada KTP,'' kata Kabid Pemberantasan AKBP Halbun SH MH kepada riausatu.com, Rabu senja (12/8) di kantor BNP Riau, Jalan Pepaya Pekanbaru.

Bagi yang tidak ada identitasnya itu, lanjut AKBP Halbun, penanganannya dilakukan oleh Satpol PP sebagai penegak Perda.

Masih menurut AKBP Halbun, lokasi di Perumahan Joundul Baru itu yang diamankan ada 16 orang, perumahan Joundul Lama ada 1 orang dan di Dragon PUB Exclusive & KTV ada 7 orang.

''Dari sisi pekerjaan, swasta ada 10 orang, IRT ada 3 orang dan 11 orang lagi belum ada pekerjaan. Untuk yang tidak ada KTP dengan hasil negatif narkoba itu ada sepasang yang lagi mesum dan ada juga wanita hamil belum nikah. Wanita yang belum nikah itu katanya saat anaknya melahirkan baru dia menikah,'' jelas AKBP Halbun.

Saat ditanya kemana selanjutnya 24 orang positif narkoba itu akan dibawa, AKBP Halbun menjelaskan, setelah hasil assesmen nantinya akan tahu kemana mereka dibawa.

''Yang positif narkoba itu nantinya akan tahu setelah assesmen apakah mereka diarahkan ke pecandu, korban, pemakai atau pengedar narkoba. Dari hasil assesmen tersebut, maka mereka akan direhabilitasi apakah dilakukan rehab jalan, rehap medis atau rehab inap kecuali bagi pengedar yang akan diserahkan ke Polda Riau,'' kata AKBP Halbun seraya mengatakan, rata-rata pemakai narkoba itu mendapat narkoba dari tempat hiburan.

''Bukan hanya di Riau yang melakukan razia narkoba tapi se-Indonesia juga melakukan razia Narkoba yang bertujuan agar Indonesia bersih dari Narkoba. Untuk Riau sendiri itu targetnya sampai Desember 2015 dengan jumlah 1507 kasus dan sudah dimulai sejak April 2015 dengan hasil yang sudah dilakukan sebanyak 400-an kasus,'' katanya.

Ditambahkan AKBP Halbun, pihak BNP Riau akan segera melakukan tes urine pilot dan pramugari yang bertujuan antisipasi terjadinya musibah kecelakaan pesawat terbang.

''Untuk Indonesia itu statusnya sudah darurat narkoba. Tapi di Riau sendiri saya tidak bisa mengatakan statusnya karena kewenangan dari Gubernur yang menentukan status Riau terhadap narkoba ini,'' pungkasnya. (fat)


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaktur

Tags

Rekomendasi

Terkini

X