PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Anggota komplotan Pentol Cs, bernama Tri, diringkus polisi. Tri merupakan pelaku yang terlibat dalam perampokan dengan menggunakan senjata api (senpi) terhadap salah seorang toke karet bernama Sugiono hingga meninggal dunia, di Desa Sibabat, Kecamatan Siberida, kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, Rabu (8/7) lalu.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo Sik kepada merdeka.com mengatakan, Tr ditangkap pada Selasa (4/8) sekitar pukul 05.30 Wib.
''Tersangka Tr diduga terlibat kasus perampokan terhadap toke karet di Peranap dengan kerugian sebesar Rp15 juta dan kecamatan Seberida pada bulan Juli 2015 lalu,'' ujar Guntur berdasarkan laporan Polres Inhu, Selasa (4/8).
Dari penangkapan tersebut, kata Guntur, polisi kemudian menginterograsi pelaku. Pelaku mengakui perbuatannya sehubungan perkara 365 tersebut.
''Selain itu, tersangka juga mengakui keterlibatannya dalam perkara curanmor (pencurian kendaraan bermotor) roda dua sebanyak 22 Unit di Air Molek, 7 unit di Peranap, roda empat jenis L 300 sebanyak 2 unit di Peranap, 2 unit L 300 di Air Molek, 1 unit roda enam Coltdiesel di Peranap,'' jelas Guntur.
Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan guna mengusut perbuatan pelaku.
Sebelumnya, empat orang pelaku curas senpi yang dikenal dengan nama komplotan Pentol cs diringkus tim gabungan Unit Kejahatan dan Kekerasan Polda Riau beserta personel Polres Inhu. Kawanan ini diketahui telah beraksi di 10 lokasi di Riau.
Keempat tersangka yakni Andika alias Pentol dan Tantri alias Hendra (keduanya tewas diterjang peluru oleh Unit Jatanras Polda Riau bersama Tim Rsekrim Polres Inhu). Dua tersangka lainnya yaitu inisial MS (30) yang merupakan warga Simpang Kelayang, Inhu dan AB (36) Kampung Air, Batam Center, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami luka.
Saat penangkapan, keempat tersangka terlibat baku tembak dengan petugas di Dusun Beravit, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Siberida, Kabupaten Inhu, Jumat (10/7) lalu.
Di sana, polisi menyita 2 pucuk senjata api (senpi) rakitan jenis Revolver, 17 butir amunisi dan satu unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion, yang diduga digunakan dalam sejumlah kejahatan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, diketahui kalau komplotan Pentol Cs ini telah beraksi dalam sejumlah kejahatan di Riau. Di antaranya, merampok pengendara mobil L300 di Kelayang dan membawa kabur uang sebanyak Rp30 juta, perampokan di Desa Kelawat dan membawa kabur uang Rp150 juta. Selain itu, perampok sadis ini juga diketahui terlibat perampokan toko emas keliling di Kelayang dan membawa kabur uang senilai Rp30 juta.
Selain itu, mereka juga terlibat perampokan di daerah Kuansing dan membawa kabur uang Rp150 juta. Perampokan di Desa Bukit Meranti Kecamatan Siberida, berikutnya di Air Molek dan terakhir perampokan serta penembakan terhadap korbannya Sugiono hingga meninggal dunia, di Desa Sibabat, Kecamatan Siberida, Rabu (8/7) lalu. (dri)