hukrim

Ngeri! Rekaman Suara Diduga Rekayasa Laporan Piutang Pajak Demi WTP, Ada Sebut-Sebut KPK!

Minggu, 28 Agustus 2022 | 11:00 WIB
Kantor Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru. (f: internet)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Heboh rekaman suara yang isinya diduga merekayasa laporan piutang pajak Pemerintah Kota Pekanbaru tahun 2018 demi meraih penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) tahun 2021, ternyata ada menyebut-nyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Dari rekaman suara yang diperoleh riausatu.com berdurasi 5 menit 8 detik itu,  suara diduga Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin bersama sejumlah stafnya diduga kuat telah melakukan pelaporan piutang 2018 yang kemudian dialihkan dalam pelaporan piutang 2021.

Menurut sumber media siber ini, rekayasa pelaporan piutang ini ditengarai sengaja dirancang Kepala Bapenda Pekanbaru dan tiga pejabatnya demi sebuah penghargaan WTP.  

‘’Mereka masing-masing suara Kepala Bapenda Pekanbaru Zulhelmi Arifin (ZA), Jabatan Fungsional Teknologi (JFT) Rachman (R), Kasubid IT Trio (T), Kasubid Pembukuan Fitri (F), dan THL Pembukuan inisial M,’’ ungkap sumber.

Berikut sebagian narasi isi rekaman percakapan yang diduga merekayasa piutang laporan piutang pajak Pemko Pekanbaru tahun 2018 demi meraih penghargaan WTP tahun 2021, yang menyebut-nyebut nama KPK.

F: Itu kan kalau dia pegang, tapi kata si Ari kan dia pegang.

R: Berartikan data yang lama itu..

F: Iya, terbongkarlah yang kemarin jadinya nanti.

R: Sekarang, tergantung bagaimana cara penjelasan ke BPK, ntah gimana gitukan nyampaikannya, karena kalau yang ini, ini benar-benar beda/jelas.

T: Cuman kan nasi dah jadi bubur.

R: Cuma kan piutang itu ada progres pak, BPK itu kan sebetulnya nggak masalah mau ada piutang berapa aja, tapi yang penting ada progres, piutangnya ada.

ZA: Ini emang betul-betul betul bisa merusak WTP, gara-gara ini.

F: Iyaa.

ZA: Ha nggak usah, cari jalan lain, cara jalan lain supaya WTP-nya tidak terganggu. Jangan gara-gara ini aja, ndak dapat WTP, ajab kita nanti. Sekarang macam mana menukar ini, supaya WTP-nya nggak terganggu.

T: Dia, kenapa WTP-nya terganggu karena diakui ada piutang, karena kita kan sudah pernah melaporkan bahwa tidak ada piutang. Sekarang kan nasi dah jadi bubur, sekarang kenapa PD 2 ini, waktu mereka mencetak ini nggak ngasih tahu dulu, kan barang dari kita. Ini kan sekarang, barang ini udah nasi jadi bubur ni kan. Jadi, Pak Kaban minta rubah ini. Cuma risiko kita merubah ini, bisa, cuma mudah-mudahan ajalah. Berarti yang tahu di dalam ini cuma kita, yang ada di dalam sini. Seandainya ada yang bocor, berarti kita di dalam ini yang memberitahu, dah gitu ajalah lagi.

Halaman:

Tags

Terkini