Depresi, Ibu Ini Diduga Bunuh Anak Kandungnya

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 9 Juni 2023 | 20:24 WIB
Ilustrasi pembunuhan. (f: laros.id)
Ilustrasi pembunuhan. (f: laros.id)

SAMPIT, RIAUSATU.COM - Seorang ibu di Sampit, Kalimantan Tengah diduga membunuh anak kandungnya menggunakan parang yang berusia 4 tahun pada Rabu, 7 Juni 2023 pukul 17.30 WIB.

Kejadian tersebut viral di media sosial, setelah seseorang mengunggah video ibu yang terlihat sedang menggendong anaknya sembari duduk di tengah jalan dengan banyak darah di bajunya.

Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari Antara, seorang pengendara yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman km 3 Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah kaget mengetahui ada seorang ibu yang berada di tengah jalan tersebut.

Ia berpikir ibu tersebut korban kecelakaan, namun setelah melihat adanya luka, warga curiga darah itu merupakan kasus pembunuhan.

“Awalnya dikira korban kecelakaan, tapi setelah melihat ada luka, warga akhirnya curiga itu korban pembunuhan. Makanya ada pengendara yang langsung menelepon polisi,” kata Yudi, salah satu warga di lokasi kejadian.

Terkait dengan kronologi kejadiannya masih belum diketahui, namun untuk saat ini warga sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan anaknya sudah dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit untuk dilakukan pemeriksaan.

“Tidak ada yang melihat saat kejadian di dalam rumah. Warga hanya mengetahui saat dia ada di jalan sambil menggendong anaknya itu,” kata seorang ibu yang merupakan tetangganya.

Warga menduga, pelaku mengalami depresi sehingga tega melakukan tindakan yang menewaskan anaknya. Sementara warga lainnya menduga pelaku berkelakuan aneh setelah sering menonton tayangan tertentu di internet.

Setelah mengetahui adanya laporan tersebut Polres Kotawaringin Timur langsung menuju lokasi kejadian.

“Anggota kami mendapatkan laporan ada kejadian penganiayaan sehingga langsung meluncur ke sini. Sementara ibu dan korban dibawa ke rumah sakit. Setelah divisum, ibu kita bawa ke Polres untuk dimintai keterangan. Dugaan siapa pelakunya, kita tunggu hasil penyelidikan. Harus kita dalami lagi,” kata Kapolres.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X