Terduga Maling Ayam Ini Sempat Diarak Warga ke Kantor Polisi Usai Babak Belur Dihakimi Massa

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 29 Maret 2023 | 16:20 WIB
Ilustrasi penganiayaan. (f: int)
Ilustrasi penganiayaan. (f: int)

SUKABUMI, RIAUSATU.COM - Terduga pelaku maling ayam berinisial E (48) warga Kecamatan Cidadap, Kabupaten SukabumiJawa Barat tewas di tangan puluhan massa, setelah terciduk mencuri ayam milik warga Kampung Kubang.

Kapolsek Sagaranten AKP Deni Miharja mengungkapkan kondisi E sebelum meninggal dunia. Pelaku terluka parah di bagian kaki dan kepala, setelah dihakimi sejumlah massa.

"Korban meninggal dunia saat menjalani pengobatan di RSUD Sagaranten karena luka parah di bagian kepala dan kaki," kata Deni di Sukabumi pada Rabu, 29 Maret 2023, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa penghakiman massa ini bermula ketika terduga pelaku pencurian hendak merangsek masuk ke warung milik salah seorang warga di Kampung Kubang, Desa Mekartani, Kecamatan Cidadap, pada Rabu, 29 Maret 2023 sekitar pukul 02.30 WIB dini hari.

Namun, sebelum sempat kabur dari lokasi, petugas ronda malam dari kalangan warga mendapati E yang tengah membawa ayam. Tanpa pikir panjang, sejumlah warga yang kadung curiga itu langsung mengejar E.

Sebanyak puluhan warga berhasil mengepung terduga maling ayam tersebut. E sempat mengacungkan goloknya untuk menggertak warga yang mengelilingi dia.

Warga yang emosi lantaran E malah berniat menggunakan senjata tajam (sajam), akhirnya mengeroyok terduga maling ayam tersebut, memukulinya hingga pria paruh baya itu pingsan dan terjatuh ke tanah.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, E sempat diarak warga ke kantor polisi terdekat dengan kondisi habis babak belur.

Melihat kondisi tersebut, Personel Polsek Sagaranten segera melarikan E ke RSUD Sagaranten, namun sayang nyawa terduga pencuri ayam ini sudah hilang sebelum bisa ditangani medis.

Dari keterangan sejumlah warga serta pengurus RT terkait, Kapolsek Sagaranten AKP Deni Miharja mengungkapkan, emosi warga timbul lantaran pencurian sudah terlalu sering terjadi di permukiman setempat.

“Warga nekat menghakimi E karena di kampung tersebut sudah sering terjadi pencurian sehingga amarah masyarakat ditumpahkan kepada E ditambah terduga maling ini sempat mengancam warga," ucap Deni Miharja.

Adapun jenazah E kini masih berada di RSUD Sagaranten untuk menunggu keluarganya datang menjemput. Pihak polisi telah menyita barang bukti dari tangan E, berupa golok dan satu unit telepon genggam milik si terduga maling ayam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X