Irjen Herry juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi publik, khususnya dalam pengelolaan media sosial. Ia meminta seluruh jajaran lebih responsif terhadap aduan masyarakat serta mampu membangun narasi yang cepat, akurat, dan menenangkan.
“Media sosial menjadi ruang strategis. Kita harus hadir dengan informasi yang jelas, respons yang cepat, serta mampu melakukan kontra narasi terhadap isu yang berpotensi mengganggu stabilitas,” kata Irjen Herry.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Herry turut memperkenalkan pendekatan mikropolis sebagai strategi pemolisian berbasis unit sosial terkecil yang didukung data akurat untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam merespons berbagai persoalan sosial seperti potensi gelombang PHK, sengketa lahan, hingga dinamika sosial lainnya melalui pola dialog dan mediasi.
Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas daerah.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Dengan komunikasi yang baik dan respons yang cepat, kita pastikan Riau tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkas Irjen Herry. ***