Gajah Sumatera yang Ditemukan Mati Mengenaskan di Konsesi PT RAPP Ukui, Akibat Tembakan Senjata Rakitan

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Jumat, 6 Februari 2026 | 16:04 WIB

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Polda Riau menegaskan bahwa kematian seekor gajah Sumatera yang ditemukan areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan merupakan tindak pidana kejahatan terhadap satwa yang di lindungi.

Dari hasil penyelidikan awal yang di lakukan menguatkan adanya dugaan gajah Sumatera tersebut mati akibat luka tembakan, bukan karena faktor alami.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra mengatakan, peristiwa matinya gajah Sumatera ini bermula dari laporan masyarakat terkait temuan bangkai gajah yang telah membusuk di areal konsesi PT RAPP, Ukui pada Selasa 3 Februari 2026.

Kepolisian yang menerima laporan itu, langsung bergerak cepat mulai dari Polsek dan Polres Pelalawan, hingga mendapat dukungan penuh dari Polda Riau.

“Setelah mendapatkan laporan, Selasa 3 Februari itu, kami langsung melakukan penyelidikan intensif diperkuat penanganan kasusnya dengan dukungan Ditreskrimsus Polda Riau dan BKSDA. Penanganan juga dilakukan secara profesional berbasis bukti ilmiah agar kasus ini terang benderang,” ujar Kombes Pandra di dampingi Dirkrimsus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro, Jumat 6 Februari 2026.

Kombes Ade menambahkan, jika pihaknya langsung menurunkan personel ke lokasi gajah tersebut setelah menerima informasi awal.

Kemudian, pada Rabu 4 Februari 2026 pagi, tim dari Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau bersama tim Laboratorium Forensik diterjunkan untuk bergabung dengan Polres Pelalawan untuk memperkuat penyelidikan.

“Terkait kasus ini, kami sudah memeriksa 5 orang saksi dan masih menunggu hasil analisis lanjutan dari nekropsi dan Labfor. Perlu juga kami sampaikan bahwa gajah ini merupakan gajah liar yang melintas di jalur alami kawanan, bukan gajah dalam pengawasan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan medis yang disampaikan dokter hewan Rini mengungkapkan bahwa kematian gajah tidak disebabkan oleh faktor alami. Berdasarkan bedah bangkai, ditemukan adanya cedera parah pada bagian kepala akibat luka tembakan.

“Bagian depan kepala mengalami kerusakan berat. Gading hilang, dan bagian dahi diduga menjadi titik tembakan. Tengkorak kepalanya masih tersisa, namun bagian depan telah dipotong. Ini jelas kematian tidak wajar,” ungkap Rini.

Sementara, Kabid Labfor Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan mengungkapkan, dari hasil forensik timnya menemukan adanya dua potongan logam yang diduga kuat merupakan proyektil peluru senjata api.

“Barang bukti berupa 2 proyektil berbahan logam tembaga kuningan. Senjata api yang digunakan masih dalam proses pendalaman karena diduga merupakan senjata rakitan,” jelas AKBP Ungkap Siahaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X