Usai Dibunuh Jasad Lansia Dibuang ke Sungai, Pengembangan : Polisi Temukan Sepeda Motor Korban dan Amankan 3 Tersangka Lainnya

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Kamis, 29 Mei 2025 | 12:37 WIB

 

 

INHU, RIAUSATU.COM - Polres Inhu berhasil mengungkap misteri kematian lansia bernama Suyono (67), warga Singingi Hilir yang tewas di bunuh di KM 7 Payo Lebar, Desa Suka Maju, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Inhu pada Sabtu 10 Mei 2025 lalu.

Setelah sebelumnya polisi menetapkan 2 orang sebagai tersangka utama pembunuhan, kini 1 unit sepeda motor milik korban berhasil ditemukan dan 3 tersangka tambahan diamankan oleh Tim gabungan Polres Inhu, Polres Inhil dan Polsek Peranap.

Kapolres Indragiri Hulu AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan kasus pembunuhan yang melibatkan Ari dan rekannya, Vris. Dalam pemeriksaan, Ari mengaku menjual sepeda motor Honda Beat milik korban seharga Rp6,5 juta kepada rekannya di Tembilahan.

“Sepeda motor itu diketahui dijual oleh Ari kepada temannya, Deni, seharga Rp6,5 juta. Dari Deni, motor itu berpindah tangan ke Saipul, lalu ke Sazli. Ketiganya kini telah diamankan beserta barang bukti,” ujar AKBP Fahrian, Kamis 28 Mei 2025.

AKBP Fahrian menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah Kapolsek Peranap AKP Rafidin Lumban Gaol memerintahkan Unit Reskrim yang dipimpin Ipda Yusmar untuk menyelidiki keberadaan motor tersebut.

Tim gabungan bergerak cepat dan berhasil menangkap ketiga tersangka, DI alias Deni (37), SY alias Saipul (24) dan 3.SZ alias Sazli (45) di lokasi berbeda di wilayah Tembilahan.

Selain ketiga tersangka, turut diamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda BeaT warna hitam Nopol BM 3492 KAF, serta satu lembar STNK atas nama Dwi Wahyu Ningsih, anak korban.

Dari hasil interogasi awal, Deni mengaku mendapat keuntungan Rp1,5 juta dari penjualan motor itu ke Saipul. Saipul lalu mengaku membelikan motor tersebut untuk kakaknya, Sazli, yang kemudian mengaku memberikan uang langsung kepada Ari .

Terungkapnya kasus ini bermula dari laporan Dwi Wahyuningsih yang merasa curiga atas hilangnya sang ayah sejak pertengahan Mei.

Setelah melakukan pencarian, ia menemukan barang-barang milik sang ayah hilang di pondok kebun.

Penyelidikan polisi pun mengarah kepada dua pekerja korban, Ari dan Vris. Keduanya diketahui membunuh korban dengan kayu karena sakit hati, lalu membuang jasadnya ke Sungai Kuantan (Indragiri)

“Penyisiran jasad korban masih dilakukan hingga hari ini oleh tim gabungan,” kata AKP Rafidin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X