Dalam arahannya, Irjen Herry menyampaikan bahwa mayoritas anggota, terutama para senior, telah merasakan kerasnya proses pembentukan di tempat mereka berdiri saat ini.
“Teman-teman semua, ingatlah bahwa kita pernah di guling, di jungkir, dan dijalani dengan semangat pengabdian total. Jangan kotori marwah itu dengan perilaku yang tidak pantas,” kata Irjen Herry.
Irjen Herry menekankan pentingnya integritas dan kedisiplinan dalam setiap tindakan, mengingat polisi memiliki kewenangan besar namun dibatasi oleh regulasi yang harus dihormati.
“Kita dibatasi oleh aturan yang jelas. Kewenangan paksa yang kita miliki harus digunakan secara bertanggung jawab dan transparan kepada masyarakat,” tambahnya.
Kapolda Riau juga mengingatkan soal sejumlah agenda penting yang akan dihadapi jajaran Polda Riau, di antaranya adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta peringatan HUT Bhayangkara yang kerap diiringi peningkatan pelanggaran.
“Setiap menjelang HUT Bhayangkara, biasanya ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan institusi kita. Grafik pelanggaran cenderung naik di bulan Juni. Kita harus ubah stigma ini. Jangan sampai ada pelanggaran, apalagi dari dalam,” tegasnya.
Iren Herry pun mengimbau seluruh pimpinan satuan hingga tingkat bawah untuk memperkuat pengawasan dan membangun komunikasi yang saling mengingatkan.
Selain itu, Irjen Herry menegaskan pentingnya menjaga keadilan, baik dalam hubungan internal antar anggota maupun terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Performa rekan-rekan saat ini sudah baik, pertahankan dan tingkatkan. Tunjukkan bahwa kita mampu melakukan transformasi diri dan institusi ke arah yang lebih baik,” tutup Jenderal Bontang Dua ini. ***