Polda Riau Gelar Jumat Curhat, Warga Keluhkan Kenakalan Remaja

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Jumat, 4 Oktober 2024 | 15:44 WIB
Irwasda Polda Riau Gelar Jumat Curhat, Warga Keluhkan Kenakalan Remaja. (ft: ist)
Irwasda Polda Riau Gelar Jumat Curhat, Warga Keluhkan Kenakalan Remaja. (ft: ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Irwasda Polda Riau Kombes Pol Hermansyah menerima aspirasi masyarakat dan jamaaf dalam kegiatan Jumat Curhat di Musholla At Tawwabin Jalan Sekuntum Gang Musholla RT 06 - RW 06 Kelurahan Sialang Sakti, Kècamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Jumat (4/10/2024).

Jumat Curhat ini, Polda Riau sekaligus juga menggelar kegiatan bakti sosial pembagian Sembako bagi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri juga para PJU Polda Riau, Camat Tenayan Raya, tokoh Agama, tokoh Adat, tokoh masyarakat, para tokoh pemuda serta masyarakat lainnya.

Irwasda Polda Riau, Kombes Pol Hermansyah menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat ini sebagai sarana silaturrahmi dan sebagai wujud interaksi secara langsung Polri dengan masyarakat.

Selain itu kegiatan Jumat Curhat di wilayah hukum Polresta Pekanbaru bersama Polda Riau, juga bertujuan mempererat kemitraan antara polisi dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. Bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan harapan terkait situasi keamanan dan Kamtibmas

“Tujuannya, mendengar aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan keamanan, ataupun Instansi yang terkait untuk dilakukan perbaikan kedepannya," ujar Kombes Hermansyah.

Dalam kegiatan tersebut berbagai aspirasi masyarakat disampaikan di antaranya dari Kepala Sekolah, Ibu Yeninong menyampaikan bahwa di lingkungan sekolah banyak anak-anak yang suka maling, memakai narkoba, judi online dan situs porno. Ia meminta pihak kepolisian dapat memberikan penyuluhan sekolahnya.

Menanggapi hal itu, Irwasda Polda Riau mengatakan akan segera menindak lanjuti.

"Terkait kenakalan di sekolah memang sekarang sudah sangat luar biasa karena sekarang di zaman kemajuan teknologi dan milenial, kita tidak bisa membatasi kegiatan anak-anak di sekolah, kami dari pihak kepolisian siap untuk melakukan pembinaan dan sosialisasi ke sekolah sekolah sesuai permintaan dari pihak sekolah," kata Kombes Hermansyah.

Selain itu, salah satu warga bernama Samsul menanyakan pengurusan SKCK yang pada standing banner terdapat narasi yang bertuliskan pelayanan SKCK tidak dipungut biaya, tapi kenyataan nya begitu proses pengurusan ternyata dipungut biaya administrasi.

"Terkait pelayanan Polri masalah pengurusan SKCK itu sudah ada ketentuan yang sudah diatur yang mana ada kebijakan PNBP yang disetorkan ke negara yang sudah di tetapkan dan diumumkan di pelayanan dan apabila melebihi dari ketentuan bisa dilaporkan ke Bidpropam Polda Riau karena dapat dikategorikan dugaan terjadinya pungli," papar Kombes Hermansyah.

Warga bernama Zul Afandi juga menanyakan terkait pengurusan mutasi masuk kendaraan yang terkesan dipersulit dan pengurusan E Tilang yang prosesnya terlalu ribet.

Terkait pengurusan mutasi masuk kendaraan yang di jawab oleh Wadir Lantas Ditlantas Polda Riau AKBP Nurhadi Ismanto yang menjelaskan, disitu ada kewajiban pembayaran PNBP mutasi kendaraan yang wajib dibayar oleh pemilik kendaraan yang ingin mengurus mutasi masuk dan keluar kendaraan yang sudah tertera di STNK yang akan di setorkan ke negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X