Terlalu! Anak Ini Tega Bunuh Ayah Kandungnya

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Minggu, 25 Agustus 2024 | 14:50 WIB
Ilustrasi mayat. (f: kompas.com)
Ilustrasi mayat. (f: kompas.com)

CIREBON, RIAUSATU.COM - Seorang anak berinisial K (29) membunuh ayah kandungnya bernama Jana (79) di Desa Kesugengan Kidul, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jumat (23/8/2024) sore.

Pelaku juga sempat menganiaya adiknya, Aam (24) dengan balok kayu yang ada pakunya. Kejadian ini dipicu masalah keluarga dan pelaku yang sedang mabuk.

Kepala Dusun (Kasus) Desa Kesugengan Kidul, Wardinah mengatakan, kejadian memilukan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di bantaran sungai yang berada di belakang rumah korban dengan jarak sekitar 300 meter atau di sekitar area makam.

"Jadi, kronologi singkatnya, si pelaku ini awalnya mendatangi adiknya, Aam, yang sedang mencuci baju dan mandi di sungai," katanya dilansir kompas.com

"Pelaku kemudian melempar batu ke arah Aam, yang membuat Aam bergegas pulang dan melaporkan kejadian tersebut kepada ayahnya, Pak Jana. Pak Jana langsung mendatangi sungai untuk menegur pelaku, sementara Aam kembali melanjutkan aktivitasnya," ujar Wardinah, Sabtu (24/8/2024).

Menurut Wardinah, cekcok antara ayah dan anak tersebut berujung fatal ketika pelaku mengeluarkan pisau sepanjang 15 sentimeter dan menikam Jana di bagian perut.

"Di sana sempat terjadi percekcokan hingga akhirnya K menusuk korban menggunakan pisau sepanjang 15 sentimeter ke bagian perut. Terdapat dua luka tusuk dan satu sayatan, ini kata keluarga hasil autopsi," ucapnya.

Setelah kejadian, Aam yang melihat ayahnya tergeletak tak berdaya segera mencari pertolongan. Sementara itu, pelaku masih berada di lokasi dan bahkan sempat mencuci pisau yang telah digunakan untuk menikam ayahnya.

Wardinah juga menambahkan, bahwa pelaku kemudian kembali ke rumah dan mencari Aam. Sesampainya di depan rumah, K memukul Aam dengan balok kayu yang ada pakunya, menyebabkan Aam mengalami luka di kepala dan harus mendapatkan dua jahitan.

Jenazah korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Losarang, Indramayu, sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah pada pukul 02.15 WIB dan dimakamkan pada dini hari tadi.

"Pukul (02.15 WIB) itu juga jenazah langsung dikebumikan. Sekarang kondisi pihak keluarga masih berduka, dan anak-anak korban juga masih dalam pengobatan," jelas dia.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik tindakan pelaku.

Diduga sedang mabuk alkohol Wardinah menyebutkan, bahwa pelaku tidak dalam kondisi gangguan jiwa, tetapi diduga kuat sedang berada di bawah pengaruh alkohol saat melakukan aksi nekat tersebut.

"Saya tahu pelaku ini dalam keadaan mabuk karena terkena aroma alkohol, jadi mungkin lagi tidak sadar. Tapi, pelaku bukan ODGJ, dia sadar, hanya saja kurangnya pendidikan karena tidak sekolah," katanya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X