Peristiwa Anak Bunuh Ayah Kandung, Kades: Pelaku Sempat Ditegur Tetangga

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 21 Juni 2024 | 12:51 WIB
Polres Kebumen sedang melakukan olah TKP,  Rabu (19/6/2024). (f: Humas Polres Kebumen/kompas.com)
Polres Kebumen sedang melakukan olah TKP, Rabu (19/6/2024). (f: Humas Polres Kebumen/kompas.com)

KEBUMEN, RIAUSATU.COM - Kasum (73) menjadi korban pembunuhan anaknya sendiri yang bernama Ngadimin (41) pada Rabu (19/6/2024). 

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di Desa Selogiri Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. 

Kepala Desa Selogiri, Sukiman mengatakan, korban masih ber-KTP Kalimantan. Dia tinggal di Desa Selogiri selama 10 tahun. 

"KTP-nya masih Kalimantan. Korban tinggal di Selogiri sudah sepuluh tahun, berhubung belum mengurus pindah, dia belum punya identitas di Kebumen, ia tinggal seorang diri," kata Sukiman Jumat (21/6/2024), dilansir kompas.com.

Sementara anaknya yang menjadi pelaku pembunuhan, tinggal di Gunungkidul Yogyakarta. 

Pada hari kejadian, dia baru datang dari Yogyakarta dan terlibat cekcok dengan korban hingga terjadi tragedi tragis ini. 

Sukiman menyebut, korban sehari-hari bekerja sebagi pencari madu. Hasilnya dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sebatang kara.

"Aktivitasnya sehari-hari korban ini sebagai pencari madu lebah," kata Sukiman. 

Pada saat cekcok, pelaku sempat ditegur oleh tetangga korban. Namun teguran tersebut tidak diindahkan oleh pelaku. 

"Ada tetangga yang lewat mau memisahkan namanya pak Parno, tapi dia mau dipukul di lari karena orang tua," kata Sukiman. 

Akhirnya wraga melaporkan peristiwa tersebut ke Ketua RT setempat dan seterusnya melapor ke pihak pemerintah desa. 

Saat ditemui, korban sudah tergeletak bersimbah darah di teras rumah tetangga korban tak jauh dari rumah korban. Sedangkan pelaku sendiri diketahui melarikan diri ke arah hutan.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak bernama Ngadimin (41) tega menghabisi Kasum (73) Ayah kandungnya sendiri yang tinggal sebatang kara di Kebumen Jawa Tengah. 

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Rabu (19/6/2024) pagi. Dari rekaman video amatir warga, terlihat korban tergeletak di belakang rumah dengan sejumlah luka senjata tajam.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X