Walau Sekda Rohil Tak Melapor, Ditreskrimsus Polda Riau Tetap Usut Kasus VCS

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Selasa, 26 Maret 2024 | 16:03 WIB
Walau Sekda Rohil Tak Melapor, Ditreskrimsus Polda Riau Tetap Usut Kasus VCSWalau Sekda Rohil Tak Melapor, Ditreskrimsus Polda Riau Tetap Usut Kasus VCS. (ft: ist)
Walau Sekda Rohil Tak Melapor, Ditreskrimsus Polda Riau Tetap Usut Kasus VCSWalau Sekda Rohil Tak Melapor, Ditreskrimsus Polda Riau Tetap Usut Kasus VCS. (ft: ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrmsus) Polda Riau akan tetap mengusut kasus video call sex (VCS) yang diduga dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hilir, Fauzi Efrizal, meski ia tidak melaporkan kasusnya.

Hal itu dibenarkan oleh Dirkrimsus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi.

"Kemarin, pada Senin (25/3/2024) sekitar pukul 10.00 WIB, Sekda Rohil Fauzi Efrizal datang ke Ditreskrimsus Polda Riau untuk memberikan klarifikasi bahwa di video yang beredar itu bukan dia," kata Kombes Nasriadi, Selasa (26/3/2024).

Sehingga, lanjut Kombes Nasriadi, Fauzi Efrizal tidak perlu membuat laporan polisi.

"Yang bersangkutan tidak membuat laporan karena di video itu bukan dirinya. Beliau meminta kepada kita agar mengusut penyebaran video yang mengatasnamakan dirinya," jelas mantan Dirkrimsus Polda Kepri ini.

Kombes Nasriadi menjelaskan, bahwa para pelaku ini menggunakan modus love sciming. Dimana pelaku melakukan blashting ke WhatsApp, Telegram, SMS dan chat lainnya kepada siapapun penerimanya dengan sapaan halo, apakabar dan lainnya.

"Akun pelaku ini menggunakan foto profile wanita cantik dan seksi," ungkap Kombes Nasriadi.

Selanjutnya, apabila para korbannya merespon, pelaku lalu mengirimkan beberapa foto seksinya sehingga korban tertarik.

"Kemudian pelaku menghubungi korban dan mengajak untuk video call, yang mana awalnya video call biasa setelah itu pelaku merayunya untuk video call sex. Setelah itu pelaku akan merekamnya lalu mengirimkan video hasil rekaman tersebut dengan nomor yang berbeda kepada korban sambil mengancam akan menyebarkan di Media Sosial," sambungnya.

Selanjutnya, korban yang merasa takut dan malu, kemudian diperasi oleh pelaku dengan meminta sejumlah uang.

"Kami menghimbau masyarakat agar berhati-hati dan tidak merespon apabila menerima pesan dari orang yang tidak dikenal. Jadi untuk Sekda Rohil ini, kita belum tau jelas modusnya seperti apa. Karena yang bersangkutan juga mengatakan itu bukan dirinya. Kemudian tidak ada laporan yang masuk. Untuk tindakan lanjutannya, Polda Riau kita akan mengusut siapa jaringan ini," tutup Kombes Nasriadi. ***

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X