Akademisi Nilai Usulan Kenaikan Biaya Haji 2023 Logis, Realistis, dan Rasional

- Senin, 23 Januari 2023 | 16:41 WIB
 Ilustrasi ibadah haji. (f: int)
Ilustrasi ibadah haji. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Prof Masnun Tahir, mengatakan biaya haji reguler yang naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp39,8 juta menjadi Rp69,1 juta dinilai logis dan realistis.

"Biaya itu logis dan realistis karena tentunya sudah berdasarkan kajian akademik dan kebutuhan empirik selama prosesi haji sekitar 40-an hari," ujarnya di Mataram, Minggu.

Masnun berpendapat usulan kenaikan biaya haji yang disampaikan pemerintah melalui Kemenag sudah transparan, mengingat hal itu pasti sudah didiskusikan dengan seluruh pihak terkait. Menurutnya, seluruh komponen pembiayaan haji dan pengelolaan haji pun akan dilakukan secara terbuka oleh Kemenag.

"Ini semua dilakukan untuk memastikan bahwa semua proses penyelenggaraan haji terbuka dan masyarakat mengetahui manajemen penyelenggaraan haji yang selama ini mungkin banyak yang tidak tahu, terutama komponen pembiayaan haji di satu sisi dan manajemen pengelolaan haji di sisi lain," ucapnya.

Tak hanya itu, kata dia, usulan biaya haji tahun 2023 diperoleh dengan nilai itu atas penyesuaian kenaikan biaya penyelenggaraan haji yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, juga mempertimbangkan proporsionalitas, kemaslahatan dan keadilan, yaitu maslahat bagi negara dan calon jamaah haji.

Akan tetapi, dengan adanya kenaikan biaya haji ini, Masnun mengingatkan pemerintah untuk menjaga pelayanan haji. Pada saat yang sama, pemerintah pun harus menjaga keberlanjutan nilai manfaat dari dana haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sebagaimana disampaikan berbagai pihak. Harapannya, ia mendorong semua pihak dapat menyikapi dengan jernih, logis, dan turut memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama calon jamaah haji.

"Insya Allah, mereka akan memahami, karena itu kita husnuzan saja. Insya Allah, calon jamaah haji kita punya istitha'ah secara maali (ONH) dan secara qalbiiy (modal spiritualitas). Sambil kita tunggu hasil pembahasan di Panja DPR, bagaimana format kebijakan pemerintah dalam mengkombinasikan subsidi dan istitha'ah calon jamaah haji," katanya, dikutip dari Antara, dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Akademisi lainnya, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menyebut kenaikan biaya haji ini rasional agar jamaah terhindar dari skema Ponzi

Menurut dia, berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) 2010-2022, nilai manfaat (NM) dana jamaah haji tidak mencerminkan nilai riil. Sebagai contoh, dalam kurun waktu empat tahun 2010-2014, NM mengalami lonjakan dari Rp4,45 juta menjadi Rp19,24 juta, nilai manfaat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) menjadi di atas 400 persen.

”Ini mustahil. Inilah yang menjadi kekhawatiran sehingga ada kecenderungan (peluang) skema Ponzi dalam penggunaan nilai manfaat dana haji,” kata dia, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Halaman:

Editor: Evi Endri

Tags

Terkini

X