Pagi Hari Momen Lonjakan Jemaah Haji di Miqat Bir Ali, 30 Petugas Siaga Penuh di 8 Titik Lokasi

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 13 Mei 2026 | 20:20 WIB
30 petugas siaga penuh di 8 titik lokasi. (f: Ist)
30 petugas siaga penuh di 8 titik lokasi. (f: Ist)

 

MADINAH, RIAUSATU.COM - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor Bir Ali dengan jumlah personel 30 orang, terus bergerak aktif membantu pengaturan dan mengantisipasi adanya jemaah yang tercecer.

Jumlah petugas ini disebut Kepala Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, sebagai yang terbanyak sepanjang operasional haji di Bir Ali dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Petugas ditempatkan di 8 titik lokasi cek poin di Kawasan Bir Ali, yang disiapkan untuk mengurai alur jemaah.

“Baru kali ini jumlah petugas haji di Bir Ali sangat banyak, lebih dari 30 orang. Hampir di setiap lini ada petugas Indonesia. Bahkan petugas haji dari negara lain menilai ini membantu menyukseskan ibadah haji Indonesia,” ujar Divia kepada Media Center Haji, Rabu (13/5/2026).

Skema pembagian petugas ini diterapkan sejak awal operasional Sektor Bir Ali, untuk mengantisipasi penumpukan jemaah, terutama saat jadwal padat di pagi hari.

Divia mencontohkan, Kamis pagi besok lebih dari 10 kloter dijadwalkan berangkat sebelum pukul 07.00 Waktu Arab Saudi.

Kondisi di Kawasan Bir Ali pada pagi hari menjadi tantangan tersendiri, karena akses toilet masih dikendalikan petugas Arab Saudi.

Biasanya hanya 1-2 pintu toilet yang dibuka, sebelum petugas lokal datang membawa kunci.

“Kalau toilet belum siap, ini bisa jadi kendala besar karena jumlah jemaah yang didorong pagi hari sangat banyak. Kalau tidak segera siap, bisa jadi hambatan besar karena jemaahnya banyak," ungkap Divia.

Keberadaan petugas PPIH yang jumlahnya lumayan banyak, memudahkan mengantisipasi dan memberi arahan kepada jemaah jika terjadi masalah tersebut.

Selain itu, kata dia, PPIH juga mengambil alih penanganan jemaah yang tertinggal.

Pada hari-hari sebelumnya, Divia mencatat terdapat 8 jemaah yang terlambat bergabung dengan bus kloternya, sehingga akhirnya difasilitasi PPIH Bir Ali untuk menyusul mengejar bus yang ditumpangi jemaah kloternya.

“Secara teknis seharusnya diantar mobil syarikah, tapi kemarin mereka belum siap. Jadi kami yang fasilitasi dengan sopir dan kondektur agar jemaah tetap bisa berangkat,” jelas Divia.

Dengan skema tersebut, Divia memastikan seluruh jemaah tetap dapat diberangkatkan sesuai jadwal meski ada kendala teknis di lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

PP Persis Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:10 WIB

Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir

Selasa, 16 Juni 2026 | 08:18 WIB

BPKH Usul Setoran Awal Haji Naik Jadi Rp 35 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 16:07 WIB
X