JAKARTA, RIAUSATU.COM - Ekonom senior, Rizal Ramli, menilai apa yang terjadi saat ini terlihat seperti program pemiskinan buruh secara massal.
Ia menyorot ketimpangan sosial yang dirasakan oleh para buruh yang ada di Tanah Air, dan nasib buruh yang berbanding. terbalik dengan inflasi makanan yang terjadi di Indonesia saat ini.
Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu
Bagaimana tidak? di saat inflasi makanan mencapai belasan persen, Upah Minimum Regional (UMR) di Tanah Air rata-rata hanya mengalami kenaikan sebesar 1 persen.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu pun menyentil Pemerintah yang tampak tak peduli dengan nasib rakyatnya.
Padahal, selama ini mereka mengaku sangat Pancasila, tetapi tampaknya hal itu hanya dijadikan slogan dan tidak dibuktikan melalui kebijakan.
"Ini namanya ‘program pemiskinan massal buruh’? Kok tega, ngakunya Pancasila, ngakunya merah putih? Pancasila jangan hanya jadi slogan, buktikan dalam kebijakan!," kata Rizal Ramli, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari akun Instagram @rizalramli.official.
Menanggapi hal itu, netizen pun ikut melayangkan kritik kepada Pemerintah yang terkesan tidak pro terhadap rakyatnya.
"Pancasila memang cuman dijadikan slogan aja sama rezim ini bukan untuk dilaksanakan, memang ga ada pembuktiannya dalam pelaksanannya," ucap akun @s*ft.s*p.
"Karena para pejabat Negri ini tidak merasakan BBM naik, Sembako Naik, Yang mereka terima hanya Cuan dan Cuan," ujar akun @d**mau**di.
"Pemerintah Dzolim untuk rakyatnya sendiri..Semoga Allah membalasnya ..Aamiin," kata akun @bu**anar**45.
"Pak nanti kalo nanti menjadi bagian dari pemegang kekuasaan jangn sampe berubah ya pak, tetep menjaga rakyatnya," tutur akun @t**uh.a*y.
"Rakyat dibuat miskin biar 2024 bisa sagak sogok rakyat..... uang Rp50.000 tapi sengsara hampir 8 taun....salam 3 periode," ucap akun @tsu**no_30.***