ekonomi

Mendag Pastikan Tidak Ada Penghapusan Kebijakan DMO Sawit

Rabu, 21 September 2022 | 15:53 WIB
Ilustrasi. (f: Antara/Pikiran-Rakyat.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Menteri Perdangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan bahwa tidak ada penghapusan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) sawit yang mengharuskan pelaku usaha memasok 300.000 ton minyak sawit mentah ke dalam negeri.

Saat kunjungannya ke Pasar Badung, Bali, menyatakan bahwa tidak ada nada penghapusan kebijakan DMO sawit. "Tidak ada," kata Mendag, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra menyampaikan hal yang sama, bahwa DMO sawit akan tetap diberlakukan.

Hal tersebut memiliki tujuan untuk menjamin kepastian pasokan minyak sawit domestik, sehingga pasokan dan harga samit akan terjaga.

Menurut Kemendag Syailendra, kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) sawit ini terbilang efektif dalam menjaga pasokan dan harga minyak goreng dalam negeri.

Baca Juga: Gratis Mulai 18 Oktober 2022, Game The Sims 4 Bisa Dimainkan Lewat Perangkat Ini

"Iya, 300 ribu ton per bulan supaya pasokan terjaga. Dan ini betul realisasinya, kami pantau terus. Hampir-hampir tidak pernah di bawah itu," ucapnya.

Terkait dengan potensi ekspor minyak sawit yang hilang karena DMO masih berlaku, Kemendag Syailendra mengungkapkan bahwa dalam hal ekspor masih dapat dilakukan dalam jumlah yang juga besar.

Dia mengungkapkan jika 300 ribu ton disuplai, lalu dikali Sembilan, maka ekspornya itu 2,7 juta ton, itu hanya di Jawa saja. Hal itu akan berbeda jika ekspor di bagian Indonesia bagian Timur.

"Kalau 300 ribu ton disuplai, dikali Sembilan, maka ekspornya itu 2,7 juta ton. Itu di Jawa saja. Kalau dia kemas seperti Minyakita, kali lagi 1,5. Kalau diaa Indonesia Timur tambah lagi porsinya," ujar Syailendra.

Lalu ia menambahkan bahwa Kemendag harus terus melakukan evaluasi dalam rapat yang dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat.

Adapun hasil evaluasi menunjukkan bahwa Minyakita sudah tersedia di berbagai pasar dengan harga Rp14.000 per liter.

Syailendra mengungkapkan daerah-daerah yang sudah tersedia Minyakita.

"Saya sudah ke Manokwari, Sorong, Jayapura, Timika, Merauke itu kita kirim dan harganya sama," ujar Syailendra.

Kemudian Mendag akan melepas pengiriman Minyakita untuk wilayah Indonesia timur, dimana pada 24 September 2022 akan ada pengiriman dari Surabaya ke Maluku Utara.***

Tags

Terkini