ekonomi

Penghapusan Daya Listrik 450 VA, Netizen: Ntar Harganya Diem-diem Naik Aja Tagihannya

Rabu, 14 September 2022 | 15:02 WIB
ILustrasi. (f: Pikiran-Rakyat.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Sejumlah netizen mengkhawatirkan naiknya tagihan listrik menyusul setelah Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Pemerintah memutuskan untuk menaikkan daya listrik rumah rakyat miskin, dari semula 450 Volt Ampere (VA) menjadi 900 VA.

Dalam unggahan akun Instagram @undercover.id, netizen pun ramai-ramai mengkritisi kebijakan terbaru pemerintah tersebut.
“Pasokan listriknya meningkat, tagihannya meningkat,” kata pemilik akun @bxxxx.

“Naik KWH dulu, ntar harganya diem-diem tetiba naik aja tagihannya,” kata pemilik akun @jxxxx, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

“Sadis amat sama rakyat miskin bisa makan dan ada buat makan besok aja udah untung,” kata pemilik akun @exxxx.

“Alhamdulillah. rakyat kecil di naikan derajatnya, ehh daya listriknya, auto tagihan tambah juga dong,” kata pemilik akun @uxxxx.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebijakan pe naikan daya listrik rumah masyarakat miskin dari 450 VA menjadi 900 VA dilakukan untuk mengatasi kelebihan daya (oversupply) yang dialami PLN.

Pasalnya, program pembangunan pembangkit listrik 35 Giga Watt (GW) yang dicanangkan pemerintah membuat PLN mengalami kelebihan daya hingga 6 GW.

“Masyarakat miskin minimal 900 VA, setidaknya oversupply (kelebihan daya) berkurang dan demand (permintaan) naik,” kata Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah dalam Rapat Kerja Pembahasan RUU APBN 2023 pada Senin, 12 September 2022.

Menurut Said, kelebihan daya PLN tersebut menjadi beban anggaran yang harus dibayarkan oleh pemerintah. Apalagi pada tahun depan, PLN akan memperoleh tambahan 1,4 GW yang membuat total kelebihan daya menjadi 7,4 GW.

“Bisa dibayangkan kalau 1 GW itu karena memang take or pay harus bayar 1 GW Rp3 Triliun. Bermanis-manis juga bayar Rp3 triliun, senyum Rp3 triliun, merengut Rp3 triliun, itu tidak bisa diapa-apain wajib bayar saja Rp3 triliun,” kata Said.

Dalam rapat tersebut, Banggar DPR RI dan pemerintah sepakat menaikan daya listrik rumah rakyat miskin untuk menghemat pengeluaran kelebihan daya. “Kami sepakat dengan pemerintah untuk (menaikkan) 450 VA menjadi 900 VA, dan 900 VA jadi 1.200 VA,” kata Said.

Kendati demikian, Said mengatakan bahwa subsidi untuk daya listrik rumah rakyat miskin akan tetap diberikan.***

 

 

Tags

Terkini