PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Menyusul kebijakan Pemerintah Tiongkok melakukan kebijakan loock-down (penguncian wilayah) di beberapa wilayah di negara itu untuk menekan angka penularan Covid-19, berdampak terhadap nilai jual komoditas minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di Riau, yang terakhir tercatat ambles 6,16 persen dalam sepekan.
"Penurunan terbesar terjadi pada dua hari perdagangan terakhir minggu ini, setelah China melakukan lockdown di beberapa wilayahnya," kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja, Selasa (6/9/2022).
Defris menjelaskan, jika mengacu pada Refinitiv, harga CPO dalam dua hari awal pekan ini relatif stabil dan hanya mengalami penurunan sedikit, sedangkan dalam dua hari perdagangan terakhir secara kumulatif ambles 5,52%.
Pada tengah pekan ini atau hari Rabu (31/9/2022), bursa Malaysia libur memperingati hari kemerdekaan Malaysia.
"Harga CPO telah turun hingga 45% dari level tertinggi yang dicatatkan akhir April tahun ini atau tepat sehari setelah larangan ekspor CPO diberlakukan oleh pemerintah Indonesia. Pada 29 April 2022, harga CPO sempat menembus MYR 7.104 per ton," kata Defris di Pekanbaru, Selasa (6/9/2022).
Sementara, dari sisi permintaan berpotensi menurun ketika China kembali melakukan lockdown untuk melawan penyebaran virus Covid-19.
Seperti diketahui, Tiongkok masih memberlakukan zero Covid, sehingga ketika ada kasus baru maka mereka akan langsung lockdown wilayahnya.
"Tiongkok merupakan konsumen CPO dunia terbesar setelah India. Bahkan, jika melansir data dari UN Comtrade, Tiongkok merupakan konsumen terbesar kedua untuk CPO Indonesia pada periode 2016-2020," jelasnya.
Saat ini, harga CPO diketahui Rp 11.185,29 per kg dan harga Kernel Rp 6.439,83 per kg.***