ekonomi

Mau Bersaing di MEA, Kadisnaker Pekanbaru Minta Naker Menguasai Bahasa Asing

Kamis, 18 Agustus 2016 | 12:30 WIB

PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Dunia ketenagakerjaan saat ini tak lagi berkutat dengan urusan lokal. Menyusul dengan diterapkannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) sejak Desember 2015 lalu, maka persoalan ketenakerjaan sudah tak lagi mengenal batas-batas wilayah administratif negara dan pemerintahan.

Di dalam MEA yang tergabung 11 negara, menurut Kadisnaker (Kepala Dinas Tenaga Kerja) Kota Pekanbaru Ir. Johnny Sarikoen MT, itu artinya TKA (tenaga kerja asing) berhak merebut peluang kerja yang ada di Indonesia, tidak terkecuali Kota Pekanbaru; sejalan dengan itu naker (tenaga kerja) lokal juga memiliki peluang untuk merebut kesempatan kerja di 10 negara anggota ASEAN.

''Tapi nonsens bisa merebut peluang kerja di luar negeri kalau tidak memiliki sejumlah persyaratan tertentu,'' tambah mantan pejabat di lingkup Pemkab Siak itu. Selain memiliki kompetensi teradap satu bidang ilmu dan keterampilan tertentu yang diperkuat dengan sertifikasi yang dikeluarkan lembaga yang berwenang untuk itu, ''Satu persyaratan lain yang tak boleh diabaikan adalah penguasaan bahasa,'' kata Johnny.

''Mana mungkin seorang naker lokal bisa bekerja di luar negeri kalau si naker bersangkutan tidak menguasai bahasa di negara yang dituju,'' katanya. ''Atau setidaknya mampu menguasai bahasa internasional, Inggris,'' ia menambahkan.

Makanya, menurut Johnny, selain mendalami ilmu dan keterampilan di bidang yang menjadi pilian, bagi naker lokal yang ingin berkarya di luar negeri disyaratkan untuk menguasai bahasa asing, minimal bahasa Inggris. ''Karena jujur saja, bekerja di luar negeri punya sejumla daya tarik, terutama tingkat penghasilan yang lebih baik,'' katanya. (syf)

Tags

Terkini