ekonomi

Harga Turun, Produksi Migas Turun

Redaktur
Rabu, 11 Mei 2016 | 11:10 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Indonesia Petroleum Association (IPA) menyadari penurunan harga minyak mentah dunia membuat pelaku usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) terpaksa mengencangkan ikat pinggang dengan mengurangi investasi.

Implikasinya, akan menyebabkan rasio penggantian cadangan (reserve replacement ratio/rrr) menurun. ''Sehingga produksi migas Indonesia ke depannya juga akan ikut menurun,'' ujar Ronald Gunawan, IPA Board member di Jakarta, Selasa (10/5/2016), sebagaimana dilansir inilah.com.

Pada saat ini tingkat RRR Indonesia masih di bawah 50%, dan mengakibatkan selisih antara pasokan dan permintaan akan semakin besar. Apalagi, ke depan produksi migas lebih besar dari pengeboran lepas pantai (offshore) yang biaya produksi jauh lebih mahal dibandingkan pengeboran darat (onshore).

Rata-rata waktu yang dibutuhkan dari saat penemuan sampai produksi pertama meningkat secara drastis dari 5 tahun pada tahun 1970-an sampai lebih dari 15 tahun setelah tahun 2000-an. Ini mengakibatkan tekanan terhadap investor dan pelaku migas semakin tinggi untuk menjalankan kegiatannya di Indonesia.

Dalam situasi saat ini, Ronald mengatakan, IPA berharap adanya insentif temporer selama harga minyak rendah. Insentif tersebut terutama untuk memacu investasi eksplorasi dan produksi.

Beberapa bentuk insentif yang dapat dilakukan saat ini antara lain, moratorium periode eksplorasi, fleksibilitas transfer komitmen untuk skema bagi hasil, dan fleksibilitas dalam mengganti tipe komitmen eksplorasi. (dri)

Tags

Terkini