ekonomi

Harga Minyak Turun, Beban Avtur Garuda Indonesia Turun 11%

Redaktur
Sabtu, 16 April 2016 | 09:52 WIB

JAKARTA, RIAUSATU.COM-Maskapai penerbangan plat merah, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), menyatakan terjadi penghematan sebesar 11% dari biaya avtur karena adanya penurunan harga minyak dunia pada tahun 2015. Avtur sendiri merupakan salah satu komponen tertinggi dalam dunia aviasi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, jika pada tahun 2014 beban avtur sebesar US$ 1,56 miliar, sedang tahun 2015 menyusut menjadi US$ 1,05 miliar.

''Menurun 11% dari total beban avtur kita setelah penurunan harga BBM,'' kata Arif ditemui di kantor pusat Garuda Indonesia, Tanggerang, Jumat (15/4/2016), sebagaimana dilansir detikFinance.

Bahan bakar sendiri, lanjut Arif, menyumbang 28,79% dari total beban usaha Garuda yang pada 2015 tercatat sebesar US$ 3,65 miliar.

Pada kesempatan tersebut, Arif juga menyampaikan pihaknya mengaku merugi hingga US$ 30 juta akibat pembatalan sejumlah penerbangan akibat gangguan asap kebakaran hutan dan letusan gunung berapi yang terjadi sepanjang 2015.

''Itu yang membuat laba operasional kita turun sampai 3%. Itu paling besar sekali karena asap kebakaran hutan,'' tutupnya. (dri)



Tags

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB