ekonomi

Harga Karet Tak Kencang Lagi

Redaktur
Jumat, 31 Juli 2015 | 14:07 WIB

PALEMBANG, RIAUSATU.COM-Paruh pertama 2015, harga karet di tingkat petani masih rendah. Padahal sempat naik pada April lalu di kisaran US$ 1,43 per kilogram. Kini, harga karet lumer di angka US$ 1,39 per kilogram.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gapkindo (Gabungan Pengusaha Karet Indonesia) Sumatera Selatan, Alex K Eddy mengatakan, rendahnya harga karet tak luput dari pelemahan ekonomi dunia.

''Karet ini merupakan produk ekspor yang sangat terpengaruh dengan kondisi perekonomian dunia. Seperti diketahui, negara tujuan utama yakni Tiongkok mengalami pelemahan ekonomi,'' ujar Alex di Palembang, Kamis (30/7/2015), sebagaimana dilansir inilah.com.

Saat ini, harga karet di tingkat petani berkisar Rp 17.000 per kilogram untuk karet kering 100%. Sementara bila kadar keringnya kurang dari 100%, harganya anjlok sampai Rp 5.000 sampai Rp 8.000 per kilogram.

Komoditas karet, kata Alex, sempat memasuki era kejayaan. Pada 2011, kala perekonomian Tiongkok melenting tinggi, memberikan berkah kepada petani karet. Harga karet, saat itu mencapai US$ 5 per kilogram.

Pukulan lanjutan bagi industri karet, kata Alex, terjadi saat beberapa negara berhasil membudidayakan tanaman tersebut. Kini, muncul pemain baru di bisnis karet seperti Vietnam, Myanmar, Laos, dan beberapa negara di Afrika. ''Akibatnya, pasokan karet banjir di pasar dunia. Dampaknya, harga menurun terus,'' kata Alex.

Untuk itu, kata Alex, Gapkindo mendesak pemerintah untuk melakukan langkah penyelamatan. Agar industri khususnya petani karet tidak mati. ''Beberapa kali Gapkindo bertemu Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian terkait masalah ini. Sejauh ini, responnya sangat positif. Kita dijanjikan terealisasinya hilirisasi karet,'' kata Alex.

Alex katakan, pemerintah berjanji akan membuka pasar karet di dalam negeri, seiring penurunan permintaan dari luar. Diharapkan, karet nasional bisa terserap di dalam negeri dalam jumlah signifikan. (dri)


Tags

Terkini