ekonomi

CERI Tantang Tim Tender Cucu Pertamina Buktikan Validitas Dokumen di Depan Penegak Hukum

Senin, 7 Agustus 2023 | 17:32 WIB
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman. (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) menantang Tim Tender atau Direksi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) –anak perusahaan dari Subholding PT Pertamina Hulu Energi (PHE)– untuk membuktikan validitas dokumen terkait pengadaan 2 rig 750 HP senilai sekitar Rp250 miliar yang diperoleh CERI.

CERI menanggapi surat jawaban Pjs Communication and Relation Manager PT PDSI, Toto Budiarjo, yang dinilai oleh CERI hanya mengaburkan masalah.

CERI menantang PDSI untuk membuktikan validitas dokumen tersebut di depan Komite Audit Pertamina dan aparat penegak hukum serta dihadiri oleh media.

Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, mengatakan bahwa isi dokumen tersebut lebih penting daripada sumbernya.

"Kita menginginkan kejelasan terkait dugaan penyimpangan proses prakualifikasi," ujar Yusri Usman kepada media siber ini melalui sambungan WhatsApp, Senin (7/8/2023).

CERI juga mengajukan permohonan untuk verifikasi dengan pihak PT PDSI lebih cepat agar transparansi dapat tercapai.

Yusri mengingatkan bahwa Menteri BUMN, Erick Thohir, pernah menyatakan bahwa BUMN bukanlah Badan Usaha Milik Nenek.

CERI telah beberapa kali mengajukan permohonan konfirmasi kepada Ketua Tim Tender PDSI, namun tanggapannya dinilai kurang transparan.

Yusri, yang memiliki pengalaman dengan tender di Pertamina, menganggap bahwa aturan tender haruslah jelas dan tidak ada manipulasi.

CERI mengungkap bahwa tender pengadaan rig 750 HP oleh PDSI sudah bermasalah sejak tahap pra kualifikasi, di mana perusahaan yang seharusnya tidak layak malah dinyatakan lulus.

Yusri menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang cacat administrasi dinyatakan lulus, dan hal ini menyebabkan perusahaan yang lebih baik tersingkir.

Yusri juga mengkritik keputusan Tim Tender PDSI yang memilih pemenang tender, meragukan kemampuan pemenang untuk memenuhi target lifting nasional.

"Akhirul kalam, kami menantang PDSI untuk membuktikan validitas dokumen mereka dan mengharapkan kejelasan terkait proses tender serta keberlanjutan operasional di masa depan," pungkas Yusri. ***

Tags

Terkini