PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Budi Santoso, Ketua Gapoktan Manunggal Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, mengatakan petani atau pekebun harus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
"Jadi kami mohon pelatihan seperti ini bisa dikembangkan lagi, mengundang lebih banyak narasumber dengan menyajikan materi pelatihan lainnya," tandasnya.
Budi Santoso mengatakan hal itu saat kegiatan pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, yang ditaja Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), PT Daya Guna Lestari, dan Dinas Perkebunan Riau, Sabtu (24/6).
Pelatihan tersebut digelar selama 4 hari, pada 21-24 Juni 2023 di Pekanbaru, Riau. Diikuti sebanyak 33 peserta dari Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau.
Budi Santoso mengaku sangat menyambut baik pelatihan ini, dan diharapkan bisa meningkatkan kekompakan Gapoktan. "Karena tantangan perkebunan sawit ke depan sangat luar biasa," ungkap Budi.
Dengan pelatihan ini, sambung Budi, mudah-mudahan petani mendapatkan ilmu. Ia menyebut materi yang disampaikan, di antaranya dinamika kelembagaan. "Hal ini untuk menyatukan visi misi dan kekompakan di dalam kelembagaan atau organisasi pekebun," sebutnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan Disbun) Provinsi Riau, Ir Zulfadli menyambut baik adanya pelatihan ini. Ia yakin pelatihan ini bisa bermanfaat bagi pekebun kelapa sawit.
"Saya ucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara, narasumber, dan seluruh peserta pelatihan ini. Semoga ilmu ini sesuai dengan materi dan kurikulum yang telah ditetapkan dengan sebaik-baiknya dan dapat diterima oleh peserta," ujarnya.
Diungkapkan, perkebunan di Riau merupakan sektor unggulan. Berdasarkan rancangan RTRW Provinsi Riau, dari 8,9 juta hektar alokasi untuk kawasan perkebunan seluas 3,65 juta hektar atau 41 persen dari luas wilayah Riau. Saat ini telah dimanfaatkan untuk usaha perkebunan seluas 3,5 Juta hektar lebih.
"Sementara, menurut data statistik perkebunan Riau adalah seluas 2,59 juta hektar lebih, sedangkan menurut Direktorat Jenderal Perkebunan kelapa sawit seluas 3,38 juta hektar. Ini merupakan luas kebun kelapa sawit nomor satu di Indonesia yang seluas 16,8 juta hektar (20,08 persen)," ungkapnya.
Lalu, produksi CPO Riau tahun 2019 menurut Badan Pusat Statistik (2020) adalah sebesar 7,73 juta Ton dari 47,18 juta ton nasional, jadi bagi hasil Riau ke nasional adalah sebesar 21.65%.
"Khusus untuk sektor perkebunan Kelapa sawit telah menjadi unggulan perkebunan Riau dan menjadi andalan petani kita, sehingga berdampak ekonomis yang baik tentunya," tandasnya, dilansir website resmi Pemprov Riau.
Sementara itu, Direktur PT Daya Guna Lestari, M Gema Aliza Putra menyampaikan, PT Daya Guna Lestari merupakan Perusahaan yang bergerak di bidang Pelatihan dan Sertifikasi. Perusahaan ini memiliki skema-skema industri kelapa sawit yang saat ini menjalin kerja sama dengan BPDPKS dan Ditjenbun.
M Gema menyampaikan terima kasih kepada peserta pelatihan dari Kabupaten Siak yang telah mengikuti pelatihan penumbuhan Kebersamaan Pekebun selama 4 Hari.
"Semoga ilmu yang diberikan oleh para Instruktur kami dapat bermanfaat dan bisa diimplemantasikan dalam kelompok/gapoktan/koperasi nya masing-masing," ujarnya.***