ekonomi

Di Tengah Kenaikan, Ada Beberapa Jenis BBM yang Harganya Turun

Kamis, 2 Maret 2023 | 15:11 WIB
Ilustrasi mengisi BBM di SPBU. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Pertamina mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh SPBU di Indonesia pada 1 Maret 2023. Pertamina sebagai produsen BBM terbesar di Indonesia menaikkan harga Pertamax (RON 92) di wilayah Jakarta sebesar Rp500, dari Rp12.800 per liter menjadi Rp13.300 per liter.

Selain itu, harga Pertamax Turbo (RON 98) juga naik sebesar Rp250 dari Rp14.850 per liter menjadi Rp15.100 per liter. Namun, harga BBM subsidi Pertalite masih tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter di seluruh wilayah Indonesia.

Selain Pertamina, Shell Indonesia, dan BP-AKR juga turut menaikkan harga BBM pada tanggal yang sama. Shell Indonesia menaikkan harga BBM dengan acuan nilai oktan sebagai berikut.

- Shell Super (RON 92) naik Rp960 dari Rp13.030 per liter naik menjadi Rp13.990 per liter.
- Shell V-Power (RON 95) melonjak Rp1.080 dari Rp13.810 per liter naik menjadi Rp14.890 per liter.
- Shell V-Power Nitro+ (RON 98) naik Rp1.060 dari Rp14.180 per liter menjadi Rp15.240 per liter.

BP-AKR juga menaikkan harga bahan bakar minyak dengan acuan bilangan oktan sebagai berikut.
- BP 90 (RON 90) meroket naik Rp710 dari Rp13.400 per liter jadi Rp14.110 per liter.
- BP 92 (RON 92) ikut naik Rp700 dari Rp13.500 per liter menjadi Rp14.200 per liter.
- BP 95 (RON 95) juga naik Rp200 dari Rp14.490 per liter jadi Rp14.690 per liter.

Akan tetapi, tidak semua harga BBM mengalami kenaikan. Harga bahan bakar diesel dengan bilangan setana atau cetane number (CN) untuk angkutan besar justru mengalami penurunan.

Sebagai contoh, Pertamina memotong harga Dexlite (CN 51) di Jakarta sebesar Rp1.200, dari sebelumnya Rp16.150 per liter menjadi Rp14.950 per liter. Begitu juga harga Pertamina Dex (CN 53) yang terpotong sebesar Rp1.000 dari Rp16.850 per liter menjadi Rp15.850 per liter.

Shell Indonesia juga melakukan penurunan harga untuk produk bahan bakar diesel. Harga Shell V-Power Diesel (CN 51) turun dari Rp16.890 per liter menjadi Rp16.000 per liter, sementara harga Shell Diesel Extra (CN 53) terpotong dari Rp16.310 per liter menjadi Rp15.070 per liter.

BP-AKR juga menurunkan harga BP Diesel (CN 53) dari sebelumnya dijual Rp16.260 per liter menjadi Rp15.070 per liter. Hanya harga olar subsidi milik Pertamina saja yang tidak terkena dampak kenaikan harga BBM dan tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter.***

Tags

Terkini