Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade berharap adanya solusi atas berbagai persoalan yang masih berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Andre, keberadaan Jalan Tol Padang–Pekanbaru akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama ketika nantinya semua koridor atau ruas telah terhubung dari Padang hingga Pekanbaru.
Andre juga menekankan pentingnya proses pembebasan lahan yang adil dan transparan. Ia mengingatkan agar tidak ada masyarakat yang dirugikan serta mengantisipasi potensi persoalan terhadap tanah ulayat setelah proses ganti untung dilaksanakan.
Kepala Kanwil BPN Sumbar menekankan pentingnya validasi dan penegasan status aset sejak tahap awal perencanaan. Pendataan aset yang akurat dinilai menjadi langkah penting untuk menghindari munculnya persoalan hukum di kemudian hari.
Sebagaimana telah diberitakan padangkita.com, trase yang melewati Nagari Kubang Putiah akan dialihkan ke jalur baru. Salah satu opsi yang telah ditindaklanjuti adalah jalur Pasar Amor – Simpang Taluak – Bypass Bukittinggi.
Jalur baru yang diusulkan Pemkab Agam ini dinilai paling memungkinkan. Menurut Bupati Agam Benni Warlis, panjang jalur Pasar Amor – Simpang Taluak – Bypass Bukittinggi hanya sekitar 6 km. Sosialisasi trase ini juga terus dilakukan.
Ruas Tol Sicincin – Padang Panjang - Bukittinggi merupakan kelanjutan dari Tol Padang - Sicincin yang telah beroperasi sepanjang 36,6 km. Semua ruas ini dalam rencana akan menghubungkan Padang – Pekanbaru dengan panjang total 254 km.
Di wilayah Riau, ruas-ruas tol yang merupakan bagian sirip utama dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) hampir tersambung seluruhnya. Kini, tinggal pembangunan tol di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).***