PEKANBARU, RIAUSATU.COM — Di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi minyak nasional, kabar menggembirakan datang dari Wilayah Kerja Rokan di Provinsi Riau.
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil memperoleh tambahan produksi dari sumur pengembangan baru Pungut PT-069 yang mampu mengalirkan minyak hingga 903 barel per hari.
Capaian tersebut dinilai menjadi tambahan penting bagi produksi migas nasional, mengingat Wilayah Kerja Rokan selama ini merupakan salah satu kontributor utama produksi minyak Indonesia.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan bahwa sumur Pungut PT-069 telah menjalani uji produksi (test production) pada 29 Mei 2026 dengan hasil yang cukup menjanjikan.
Sumur tersebut menghasilkan laju alir minyak sebesar 903 barrel oil per day (BOPD) menggunakan pompa listrik electrical submersible pump (ESP) tanpa kandungan air dan langsung masuk ke sistem produksi.
"Alhamdulillah, PT Pertamina Hulu Rokan telah melakukan pemboran Sumur Pengembangan Pungut PT-069 dan pada tanggal 29 Mei telah dilakukan test produksi dengan laju alir minyak menggunakan pompa listrik ESP sebesar 903 BOPD tanpa kandungan air, dan langsung diproduksikan," tulis Djoko dalam laporan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas SKK Migas, serta jajaran pimpinan SKK Migas.
Salinan laporan tersebut juga dikirimkan oleh Kepala SKK Migas kepada riausatu.com, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Djoko, produksi tersebut berasal dari lapisan Pasir Bekasap di Lapangan Pungut yang berada di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Pemboran sumur dilakukan menggunakan metode directional drilling atau pemboran berarah dengan Rig ACS-23.
Sumur dibor hingga mencapai kedalaman akhir 3.446 kaki measured depth (MD) atau 3.359 kaki true vertical depth (TVD).
Selain menghasilkan produksi awal yang cukup tinggi, proyek pemboran tersebut juga mencatat efisiensi yang signifikan.
Pekerjaan pemboran diselesaikan hanya dalam waktu 12 hari dengan realisasi biaya sebesar 51,37 persen dari anggaran yang telah disiapkan.
"Pemboran dilakukan hingga kedalaman akhir 3.446 ft MD/3.359 ft TVD dengan total waktu 12 hari dan biaya sebesar 51,37 persen dari budget," tulis Djoko.
Keberhasilan sumur Pungut PT-069 menambah daftar sumur baru yang diharapkan dapat menopang produksi minyak dari Wilayah Kerja Rokan.
Tambahan produksi dari sumur-sumur baru menjadi salah satu strategi penting untuk menahan laju penurunan alamiah produksi pada lapangan-lapangan migas yang telah lama beroperasi.