Ia juga menilai, komunikasi antara para pihak pada saat itu tidak berjalan optimal karena lebih banyak dilakukan dengan pendekatan emosional, bukan pendekatan bisnis.
Saat ini, kata Ida, PT SPR tengah menata kembali pengelolaan aset Hotel Aryaduta agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah.
Ia menyebutkan, SPR telah diberi kesempatan untuk mengembalikan konsep bisnis pengelolaan hotel secara profesional demi meningkatkan nilai tambah bagi BUMD dan Pemerintah Provinsi Riau.
Terkait pernyataan sejumlah pihak yang menyebut dirinya tidak pernah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, Ida membantah tudingan tersebut.
Ia menegaskan, koordinasi telah dilakukan, termasuk pembahasan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) serta melalui surat resmi untuk melakukan ekspose pengelolaan Hotel Aryaduta.
“Koordinasi sudah dilakukan dan dibahas dalam RUPS. Kami juga sudah bersurat untuk melakukan ekspose, namun hingga kini belum ada tanggapan,” kata Ida. ***