ekonomi

Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Bergelombang, Ini Kata Hutama Karya

Jumat, 26 Desember 2025 | 21:44 WIB
Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. (f: kompas.com)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Para pengendara mengeluhkan bergelombangnya Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Mereka khawatir karena hal tersebut berpotensi mengancam keselamatan.

Kepala Regional Sumatra Bagian Tengah PT Hutama Karya (Persero), Bromo Waluko Utomo menyatakan, pihaknya senantiasa melakukan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Jalan Tol Pekanbaru–Dumai.

Hal ini mencakup kegiatan pemeliharaan rutin dan berkala, termasuk perbaikan setempat pada titik-titik yang teridentifikasi, serta penyiapan rambu-rambu dan perangkat keselamatan jalan.

"Salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi jalan bergelombang, adalah kendaraan dengan muatan berlebih (overload) yang dapat mempercepat penurunan kinerja perkerasan," kata Bromo kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (26/12/2025).

Untuk itu, pihaknya mengimbau pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan, untuk memastikan kendaraan tidak mengalami over dimension dan overload (ODOL), mematuhi batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta mengikuti rambu dan arahan petugas.

"Apabila menemukan kondisi yang perlu penanganan segera, pengguna dapat melaporkan melalui call center Tol Pekanbaru–Dumai di 082177088880 atau melalui akun resmi jalan tol kelolaan Hutama Karya di @HutamaKaryaTollroad," tutup Bromo.

Sebelumnya, ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Riau dilaporkan memiliki banyak gelombang yang mengancam keselamatan pengguna.

Jalan tol sepanjang 131,48 kilometer ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatra dan menjadi jalur strategis di Provinsi Riau.

Saat melintasi jalan tol tersebut, kelengkapan sarana dan prasarana tampak memadai, mulai dari rambu lalu lintas hingga rest area.

Jalan tol yang telah beroperasi penuh sejak 25 September 2020 ini berperan penting dalam mendukung konektivitas wilayah Sumatera.

Namun, saat melintas, teridentifikasi banyak kondisi jalan yang bergelombang, miring, serta ketidaknyamanan di beberapa titik sambungan jembatan, bahkan saat cuaca cerah.

Meski terlihat ada pekerja yang melakukan perbaikan, kenyamanan berkendara secara keseluruhan masih dirasakan kurang optimal.

Kondisi jalan yang tidak rata pada kecepatan tinggi berpotensi membahayakan, terutama bagi pengendara yang kurang fokus atau belum mengenal karakteristik ruas jalan.

Permukaan jalan yang tidak stabil diketahui dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, sehingga diperlukan perhatian serius dari pengelola untuk perbaikan menyeluruh dan berkelanjutan.

Jalan tol Pekanbaru-Dumai diharapkan tidak hanya mengedepankan kecepatan dan konektivitas, tetapi juga standar keselamatan dan kualitas infrastruktur yang optimal.

Halaman:

Tags

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB