ekonomi

Berminat Kerja di Australia? Ini Cara Mencarinya

Minggu, 19 Oktober 2025 | 10:20 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Pendaftaran Surat Dukungan untuk Working Holiday Visa (SDUWHV) 2025 sudah ditutup oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Dikutip dari akun Instagram @ditjen_imigrasi Minggu (19/10/2025), seperti dilansir kompas.com, kuota yang disediakan pemerintah untuk SDUWHV sudah terpenuhi yakni sebesar 5.500 orang.

"Pendaftaran SDUWHV 2025 resmi ditutup. Kuota sebanyak 5.500 peserta telah terpenuhi," demikian yang tertulis di akun Instagram resmi @ditjen_imigrasi, Minggu.

Bagi peserta yang berhasil mendapatkan kuota WHV maka hampir pasti bisa mendapatkan visa jika memenuhi persyaratan dari Ditjen Imigrasi.

Langkah selanjutnya yang harus dipersiapkan untuk penerima WHV adalah mencari pekerjaan di Australia yakni negara yang memberikan kuota WHV melalui jalur SDUWHV 2025.

Salah satu penerima WHV yakni Meranti, pernah memberikan beberapa tips mencari kerja di Australia yang ia lakukan.

Menurut Meranti, pemegang WHV bisa mencoba melihat lowongan pekerjaan di aplikasi seperti SEEK, INDEED, dan JORA.

Namun, cara paling efektif berdasarkan pengalamannya adalah berkenalan dengan sesama pekerja atau melalui agensi yang terpercaya.

Ia bercerita, proses melamar pekerjaan di Australia melalui program WHV pun lebih sederhana namun tetap menggunakan daftar riwayat hidup atau CV.

"Tetap pakai CV, tapi formatnya lebih simple. Cuma berisi data diri, pengalaman kerja, dan kontak. Tanpa perlu foto, ijazah, atau dokumen tambahan seperti di Indonesia. Biasanya CV langsung dikasih ke tempat kerja dalam bentuk kertas, tanpa amplop juga enggak masalah," kata Merianti dikutip dari Kompas.com, Minggu.

Menurut Meranti, pekerja di Australia langsung dinilai saat praktik, bukan malah ditentukan dari dokumen awal.

“Salah satu yang paling terasa adalah sistem rekrutmennya. Di Australia, beberapa tempat kerja menerapkan sistem trial, biasanya 3 jam, untuk menilai kemampuan kita langsung di lapangan. Sedangkan di Indonesia, prosesnya lebih panjang dan sering kali hanya menilai dari ijazah atau nilai akademis, bukan skill kerja,” ujarnya.

Hingga Juni 2025, Meranti mengaku sudah satu setengah tahun tinggal di Negeri Kanguru.

Beragam jenis pekerjaan sudah ia lakukan mulai dari pelayan di restoran, pencuci piring, kerja di gudang, memetik apel, raspberry, dan tomat di perkebunan, hingga menyortir buah yang sekarang jadi pekerjaan utama.

Meranti menambahkan, pekerjaannya memang berpindah-pindah sesuai musim dan kebutuhan syarat untuk perpanjangan visa.

Halaman:

Tags

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB